TRIBUNNEWS.COM-PADANG-BQ, kepala sekolah dasar di selatan Sipora kabupaten pulau Mentawai barat Sumatera (Sumatra Barat), diduga menyerang siswanya SY tiga kali tahun ini. Iptu Dony Putra, wakil kepala polisi Sipora, membenarkan bahwa ada keluhan tentang insiden di sekitarnya, tetapi masalah pelecehan itu tidak sengaja ditemukan. Doni mengatakan dalam sebuah kontak telepon pada Selasa (11 Februari 2020): “Setelah diselidiki, kami menemukan bahwa ada hal-hal lain selain tamparan BQ SY.”

Dia mengatakan bahwa pada awalnya, orang tua baru tahu Putranya ditampar oleh BQ sampai muntah.

Setelah ditemukan, dia menemukan bahwa SY tidak mau menuruti keinginan BQ, jadi dia ditampar.

“Di pagi hari, seorang teman direktur BQ menelepon SY mengatakan kepadanya untuk datang ke kamarnya. Tetapi SY menolak,” kata Dony. Di kelasnya.

Di ruang kelas, BQ segera menyerang korban SY.

“Ketika ditanya mengapa dia takut, dia mengatakan dia khawatir dia akan ditahan oleh BQ. Menurut pernyataan korban, kami sedang menyelidiki lebih lanjut,” kata Dony.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *