TRIBUNNEWS.COM dari BANYUASIN-Saya berencana menanyakan tentang tugas e-learning saat saya bersekolah, seorang siswi SMA S (13) asal Kabupaten Banyuasin di Sumatera Selatan bahkan dipukul oleh seorang guru BK. Singkatan HB (53). — Setelah dilaporkan oleh S’parents, HB ditangkap oleh polisi untuk diperiksa sebelum menemukan kasus tersebut.

Ipda Suprianto, Kapolres Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Banyuasin, mengatakan kejadian itu terjadi pada Senin (31/8/2020).

Baca: Bocah Mentawai 9 Tahun Dieksekusi Kakeknya yang Berusia 75 Tahun Sebagai Korban Perilaku Cabul. Awalnya, S datang ke sekolahnya di Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin dan menanyakan tentang pembelajaran online .— -Karena saat itu S mengalami kesulitan mengikuti proses pembelajaran online. Kemudian, tersangka membawa korban ke ruang manajemen dengan cara mengajari korban. Melalui SMS, Selasa (1 September 2020).

Suprianto menjelaskan bahwa orang tua korban dan warga yang marah mendatangi rumah tersangka tidak jauh dari sekolah. Pergi ke tempat kejadian dan lindungi penyerang dari amukan.

Dalam hasil pemeriksaan, HB juga mengaku melakukan perbuatan cabul kepada korban.

“Pengakuannya salah karena melihat korban. Ia mengatakan:… HB mengambil tindakan dan mematuhi Pasal 281 KUHP tentang pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur dan dijatuhi hukuman 15 tahun penjara. Suprianto menyimpulkan.

Artikel ini dimuat di Kompas.com dengan judul “Wajib Belajar Online, Mahasiswa Dianiaya oleh Guru BK di Sekolah”

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *