Hendrar Prihadi Jelaskan Mengapa Kota Semarang Gagal Menerapkan PSBB Saat Pandemi Covid-19 – Reporter Tribunnews.com, Reza Deni Melaporkan – Jakarta TRIBUNNEWS.COM- Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendrar Prihadi) mengungkapkan alasan Kota Semarang tidak melaksanakan proyek berskala besar selama pandemi Virus Corona atau Covid-19 untuk memperluas batasan sosial (PSBB).

Menurut Hendrar, ketika Covid-19 melanda kota Semarang, maka akan berdampak pada perekonomian masyarakat. Masa peralihan telah mencapai masa yang tidak pasti- “Orang terpaksa tidak berinteraksi dengan komunitas lain, tinggal di rumah, dan bekerja dari rumah. Hal ini mengakibatkan kerugian penjualan dan keruntuhan ekonomi. Modal kita di sini kosong. Meski restoran sepi, tempat wisata juga banyak. Sepi, meski Semarang mengarah pada kota perdagangan dan jasa yang berorientasi pada pariwisata, ”kata Hendra dalam siaran BNPB, Kamis (6/6/2020). Menurut Hendrar, masyarakat sepakat Marang menempuh jalan tengah, yakni penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).

Sedangkan untuk PKM di Kota Semarang kini memasuki fase ketiga hingga 7 Juni 2020. Setiap desa kota memiliki 3 patroli, jadi 177 desa dikalikan 3. Lalu ada tiga di tiap jalan, jadi ada tiga 16 jalan, lalu ada juga di kota besar. Anggota TNI-Polri Kanwil, serta kawan-kawan dari Pemerintah Kota Semarang, ”ujarnya. -Hendrar mengatakan pascaperlakuan PKM, naik turunnya kasus positif Covid-19 di Semarang. – Akhir April Pada volume pertama awal Mei lalu, jumlah pasien positif Covid-19 mengalami penurunan.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *