TRIBUNNEWS.COM-Kamis (19 November 2020) terjadi pertumpahan darah di salah satu SPBU di Kabupaten Kepahiang.

Seorang pekerja SPBU bernama Gerry Ultard (23) dibunuh oleh tiga remaja. Pelakunya berinisial DP (18), JS (16) dan AS (15).

Tiga orang ditangkap di tempat berbeda, dua orang ditangkap dan kemudian melarikan diri ke Provinsi Sumatera Barat. –Baca Juga: Dikagumi Orang Tua, Anak-anak Muda yang Terjebak di SPBU Ditinggalkan- Dalam keterangan di Kompas.com, Senin (30/11/2020), Kapolsek Kepahiang Iptu Welliwanto Malaus menjelaskan) Setelah polisi mendapatkan informasi tentang ketiga penulis tersebut, ketiga pelaku ditangkap. Kepala Bareskrim menjelaskan.

Insiden berdarah itu terjadi pada Kamis (19 November 2020).

Saat itu, agen Telkom yang sedang mengakses internet datang ke SPBU untuk memperbaiki peralatan internet .. Hingga kerusakannya Bengkel.

Akibat Kekurangan Ruang, Peralatan Internet Masih Terkunci dan Perbaikan Peralatan Belum Bisa Dilakukan.

Baca juga: Istri Korban Rudapaksa, Suami yang Menjual Istri, Bahkan Untung dari Kerja Kerasnya- Karena kunci dibawa oleh korban lain bernama Surya .

Sambil menunggu Surya datang, Petugas Telkom menyempatkan diri makan .

Setelah makan, Petugas Telkom kembali ke SPBU. Jasad Gerry ditemukan berlumuran darah.

“Setelah ditemukan, ketiga pelaku ditangkap. “Kata Kepala Badan Reserse Kriminal.

Polisi mendapatkan banyak barang bukti, seperti pisau, sepeda motor, sandal dan banyak barang lainnya (Kompas.com/Firmansyah)

Artikel ini muncul di Kompas.com dengan judul” Karena Sebagai balas dendam, tiga remaja membunuh pekerja SPBU di Banguru “

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *