TRIBUNNEWS.COM-Ibu Mataram pasti kehilangan anaknya.

Ini terjadi karena ibuku terlambat membantu.

Sang ibu harus melakukan tes Covid-19 cepat terlebih dahulu.

Ayu Arianti (23 tahun), warga Pejanggik, Gusti Mataram, harus kehilangan jenazah bayinya di dalam kandungan karena terlambat ditolong pada Selasa (18 Agustus 2020).

— Arianti mengadili dan menuntut tim medis RSAD Militer segera bertanggung jawab) Wira Bhakti Mataram.

Namun, pihak rumah sakit memintanya untuk melakukan tes Covid-19 cepat terlebih dahulu.

Sebenarnya, airnya meledak dan berdarah parah.

Baca: Pria 76 Tahun di antara Penderita Korona Aceh Positif Corona Yang Jenazah Dimakamkan Tanpa Persetujuan

Baca: Undangan Perayaan Gratis Virus Corona Holtman Paris Dari Wuhan: Enam Lama menunggu berbulan-bulan membaca: gudang apotek jaga terbakar habis produk perawatan kesehatan, alat kesehatan Corona Ludes, Kerugian Rp. 3,5 Milyar- “Cairan ketuban saya sudah habis, pecah, darah saya hilang, tapi saya tidak berobat, polisi bilang saya harus cek cepat dulu, tapi tidak cepat lakukan di RSUD di sana Di pusat tes, saya diminta ke pusat tes cepat abses, “kata Arianti kepada Kompas.com dari rumahnya. , Rabu malam (19 Agustus 2020).

Ariati dan suaminya Yudi Prasetya Jaya (24 tahun) masih sangat sedih. Mereka tidak pernah berpikir untuk kehilangan anak.

“Saya sangat kecewa, kenapa prosedur atau aturan saat kita lahir tidak memberi tahu kita bahwa kita harus membawa hasil tes yang cepat,” kata Arianti.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *