SAMARINDA TRIBUNNEWS.COM-Jalan Poros Samarinda ke Tenglong (Kuka), Ibu Kota Bupati Kata Nigara, Kuta akan dikawal TNI tim Protokol Coni-19 Kuka setiap akhir pekan. . 19, dan sekaligus memilih memindahkan warga Samarinda ke Tenggarong.

Bagi warga Samarinda yang hanya berjalan kaki atau menuju Tenggarong, diperlukan giliran.

“Tur atau silaturahmi sempat terhenti sebentar, kami hanya minta pulang,” Kodim 0906 / Tenggarong Panglima Inf. Int. Charles Alling (Charles Alling), dihubungi Kompas. com, Jumat (02/10/2020) -Charles terus mengizinkan warga untuk masuk ke Tenglong, hanya untuk urusan penting seperti urusan dinas, ekonomi, kemasyarakatan dan hal-hal yang mendesak dan penting lainnya.

Tindakan disipliner untuk perjanjian Covid-19 akan dimulai pada 22 September 2020. Charles mengatakan, pada awal operasi, konvoi berhasil mengembalikan sekitar 90 mobil setiap hari.

Setelah dua minggu aksi, masyarakat mulai menunjukkan ketaatan. – Gerakan masyarakat yang bertema pariwisata atau berwisata ke Tangarong mulai berkurang.

Baca: Animasi superhero Indonesia Bima S Action akan tayang akhir pekan ini

“Makanya hanya ada di akhir pekan, Sabtu, dan Minggu,” jelasnya.

Charles mengatakan bahwa dalam dua hari terakhir ini, komunitas Samalinda di Tenglong sangat aktif sehingga masuk dan keluar dari komunitas tersebut membutuhkan pengawasan yang lebih selektif. Samalinda Tenggeron, beberapa pos jaga mengatakan: “Tujuannya agar kita tidak keluar dari Tenggeron.” Dungaron juga mendirikan pos jaga dari segala arah, termasuk 18 ruas jalan. Kutai Kertanegara membuat orang menjauh.

Kita tahu total kasus positif Covid-19 di Kutai Kartanegara saat ini sudah diketahui. Ada 1.322 orang, 701 orang sudah sembuh, 599 orang masih dirawat, dan 22 orang meninggal.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “TNI Jamin Jalannya, dan Warga Samalinda Dilarang Pergi ke Kutai Kartanegara”

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *