TRIBUNNEWS.COM-Sebanyak 144 spesies satwa liar yang dipindahkan dari luar Maluku, yakni Sumatera Utara, Jawa Timur, dan DKI Jakarta, sudah sampai di Ambon.

Satwa liar yang dilindungi ini telah sampai di Bandara Ambon Patimula dan diambil alih oleh Kementerian Sumber Daya Alam. Bupati Masugu 2 mengatakan: “Sebagai bagian dari Hari Konservasi Alam, BKSDA Maluku telah Sekitar 144 spesies satwa dan tumbuhan dilindungi yang dilindungi dilepasliarkan di Maluku dalam rangka Hari Konservasi Alam. ”BKSDA Maluku Meity Pattipawaej, dikumpulkan di Ambon Pattipawaej, Selasa (8/11/2020). Saya bertemu dengan TribunAmbon.com setelah saya pergi ke hewan liar. -Dia menambahkan 144 jenis satwa liar merupakan endemik Maluku. -Mereka tersebar di tiga provinsi karena diyakini telah melintasi perdagangan hewan dan digunakan sebagai alat tukar.

Berdasarkan pantauan lapangan TribunAmbon.com, ada dua jenis satwa endemik yang dimuat ke dalam pesawat siang tadi, yakni 75 burung dan 75 jenis. Reptil 69 spesies burung.

Burung dan reptil dari Maluku ini antara lain Kakatua Seram, Burung Beo, Nuri Merah Ambon, Kadal Pelangi, dan Kadal Lidah Biru.

Meity mengatakan bahwa sebagian besar hewan liar telah disita. Pejabat pusat berpatroli di tiga provinsi. Bilang ramah.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *