TRIBUNNEWS.COM-Seorang penjahit dengan singkatan BG (35) mengalahkan seorang minor di Percut Sei Tuan di Deliserdang.

Penulis sekarang menghadapi hukuman 15 tahun penjara.

Penulis BG adalah warga Nias bagian selatan yang saat ini tinggal di Jalan Meteorologi Raya di Tembung, Medan.

Ketua AKP Madianta Ginting, Kapolsek PPA Polresta Medan, mengatakan, penulis ditangkap saat bekerja sebagai penjahit, Senin (14/9/2020).

“Tersangka ada di Dia ditangkap di tempat kerjanya. Dia penjahit. Tepatnya di Pasar 8 Tembung, Kecamatan Percut Seituan, Dresden, ”ujarnya seusai mendapat konfirmasi dari Tri Bun. Kamis (17/9/2020) .

Bacaan: Topeng Transfer Ilmu, Dukun Cabul Gresik Membuat Mahasiswa Sakit 4 Kali, Dan Suami Korban Kesal

Bacaan: Ngobrol di HP Istri, Menemukan perilaku cabul seorang pria terhadap seorang gadis, penulis lupa menghapus perilaku cinta tersebut-Bacaan: Ketika suami anak yang tidak senonoh, seorang wanita kaget. Korbannya ternyata anak tetangga-jelasnya yang menjadi korban Keluarga barunya, Wall, berusia 15 tahun, warga Percut Seituan Deliserdang, dan melapor ke Polsek Medan dua pelaku pelecehan seksual terhadap anak-anaknya. Madianta.

Peristiwa yang dijelaskan oleh Madianta terjadi pada tahun 2017 hingga 2018, saat anak tersebut berusia 13 tahun.

Selain itu, Madianta mengatakan penangkapan tersangka merupakan keterangan dan pengumpulan saksi setelah adanya permintaan dari pihak tersebut. bukti dari. – “Sebanyak enam saksi terdiri dari korban, saudara, anggota keluarga, tetangga dan tempat kerja korban. Hasil otopsi menunjukkan mahkota korban rusak,” ujarnya. – Dia mengatakan pelaku didakwa dengan beberapa item sehingga dia bisa dituntut. Dihukum 15 tahun penjara karena hubungan seksual atau perilaku cabul. Dia menyimpulkan: “Ancaman terbesar bagi anak di bawah umur adalah menjalani hukuman 15 tahun penjara.” (Vic / tri bun-medan.com) -artikel ini diterbitkan di tribun-medan.com dengan judul “Polisi Penangkapan pelaku pelecehan seks penjahit yang dianiaya di Percut Sei Tuan, korban siswa sekolah menengah

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *