TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN-Selain disiksa, dua warga negara Indonesia yang menjadi Lu Qing Yuanyu 213 (ABK) dan berhasil lolos juga ditipu. Keduanya mengklaim bahwa mereka dijamin dapat bekerja di luar negeri dan menerima gaji yang cukup tinggi.

Tapi pada kenyataannya, mereka lebih suka dipekerjakan di kapal penangkap ikan cumi-cumi gratis, dan mereka juga dianiaya.

213 awak yang selamat dari Lu Qingyuanyu datang ke wilayah Karimun dari Andri Juniansyah, Provinsi Kepulauan Riau. (30) Katanya dia dijanjikan pekerjaan oleh seorang kenalan Korea. “Orang yang membawa Safrudin dari grup PT Duta. Dia mengatakan dia bekerja di pabrik tekstil atau baja di Korea Selatan. Gajinya satu bulan, yaitu 25 juta rupee untuk 40 juta rupee, “kata Andri bahwa dia diwawancarai oleh polisi di kabupaten Tebing Polsek Karimun di provinsi Riau pada Sabtu (6/6/2020) .

” Tetapi ketika dia bertemu dengannya, dia belum pernah ke PT. Tapi dia masih di kantor imigrasi atau kantor Syahbandar. “-Sebelum bekerja di kapal, Andri meninggalkan Singapura dari Jakarta sekitar lima bulan yang lalu. Kapal itu digantikan oleh kapal penangkap ikan.-Andri dan anggota kru lainnya di kapal China (RRC) tidak membayar , Bahkan tidak dilecehkan secara fisik .—————————————————————————————————————— Dalam dua jam, keduanya diselamatkan oleh para nelayan dan dibawa ke Pulau Basil Kalimune (Kepulauan Rioine) di Kabupaten Kabupaten Provinsi Karimune, Kepulauan Riau.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *