TRIBUNNEWS.COM-Ustaz Asmala (58 tahun) meninggal mendadak saat menyembelih hewan kurban pada Jumat (31 Agustus 2020).

Kejadian serupa menimpa Epin Supriatna, warga Desa Dongkol, Desa Setia Latu, Negara Bagian Sibingula. Wilayah Kota Tasikmalaya yang meninggal hari itu. –Jadi, apa alasan mengapa mereka berdua mati?

Menurut keterangan polisi, Ustaz Asmala, guru ngaji di Serang, Banten, memiliki riwayat penyakit jantung.

Bacaan: Virus Alquran Guru Tiba-tiba Tumbang, Korban Hewan Korban – Pernyataan keluarga juga menyebutkan bahwa daerah jantung Asmara bengkak, agar korban tidak terlalu lelah.

“Sebenarnya dia masih mempersembahkan hewan kurban di sini setiap tahun, pemuka agama (Pengtang). Tapi, datang pagi ini.

Sebelum kematiannya, Ustaz Asmara ( Ustaz Asmala tampak berbohong, masih memegang parang di kedua tangannya, dan sapi yang disembelih belum disembelih.Korban jantung sapi ditemukan di Kendal-warga sekitar tidak percaya Asala mati Yu menyembelih hewan kurban ini. Sebab, tidak ada tanda-tanda penyakit. Kakak Epping Arn (60 tahun) mengatakan, namun selalu mengatakan bahwa ia memiliki kemampuan menyembelih yang kuat. Sebelum Epping meninggal, Epping membunuh seekor sapi dan Domba Ma Meng, ketua panitia pengorbanan, mengatakan kepada wartawan pada Jumat sore: “Almarhum menyembelih hewan kurban setiap Idul Adha. Korban meninggal mendadak dan ditemukan tewas memegang parang. . (Penulis: Irwan Nugraha, Rasyid Ridho | Edit: Abba Gabrillin, Rachmawati)

Tulisan ini berjudul Kompas.com, Penyebab Ustaz Asmala dan Epin di Hari yang Sama Menyembelih Hewan Kurban

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *