Maine TRIBUNNEWS.COM-Letusan Gunung Sinapon terjadi beberapa bulan kemudian setelah gunung tersebut tidak aktif.

Debu vulkanik akibat letusan mempengaruhi warga di kaki Gunung Sinapun, khususnya Desa Sukarnalu-Transukanderby, Naman Teran dan Sukar Tepu ( Suka Tepu).

Keempat wilayah ini termasuk dalam distrik Namandran dan termasuk dua jalan lainnya- “Selain distrik Namandran, ada dua wilayah lain yang terkena dampak letusan Gunung Sinabong , Di Kabupaten Berastagi, Dogum Siroga mengatakan, “Tinggal di Anto, yang tinggal di Desa Tiga Pancur, Kecamatan Simpang Empat, Pengamat Gunung Sinabang dan Gunung Sinabang Kata pengamat wabah. -Menurut ceritanya, debu gunung berapi dapat menghilangkan daun dari tumbuhan dan menyebabkannya terbakar. Tanaman tersebut terbungkus karena kelebihan belerang.

“Ini adalah belerang yang dikeluarkan saat letusan Gunung Sinabang. Kalaupun turun hujan di pagi hari, daun tanaman akan tetap menyala.” Lanjutnya.

Kita bisa melihat semua ladang di dekat jalan ada di sana. Di sekitar letusan gunung berapi, daerah sekitarnya tertutup abu vulkanik yang membuat daun tanaman memutih. – Tanah bertambah. Ia melanjutkan: “Meski sudah beberapa kali terjadi debu vulkanik, butuh waktu lama untuk menyuburkan tanah, sekitar satu tahun.” Bacaan: Hujan lahar membanjiri Gunung Sinabong, menghubungkan Kabanjahe dan Kuta Ruas jalan di Buluh yang diblokir tidak hanya Anto dari Idawati Sembiring (40 tahun), warga Desa Naman Teran, Medan, juga menyampaikan alasan yang sama.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *