TRIBUNNEWS.COM-Tiga mucikari mempekerjakan anak laki-laki berusia 16 tahun sebagai pekerja seks (PSK).

Hal ini terungkap saat tim Rajawali dari Polsek Bontang menggerebek sebuah hotel di Bontang. — Ketiga mucikari tersebut adalah penduduk Loktuan, berinisial Y (22) tidak bekerja, M (25) bekerja sementara, dan J (36) ibu rumah tangga.

Ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka eksploitasi anak. Wanita yang dijual ke hidung belang berstatus korban. Korban saat ini dirawat di Bontang, sebuah pusat layanan komprehensif pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A). -Baca: Suami Menjual Wanita sebagai PSK, dan Biaya Pemasangan Satu Jasa untuk Pria Rp 400.000 – Bacaan: Suami Menjual Istri ke Tetangga untuk Melunasi Hutang, dan Korban yang Hamil Tidak Tahu Siapa Ayah Bayinya. Masyarakat telah mengeksploitasi anak dan prostitusi dengan tujuan mengeksploitasi anak. Ia mengatakan: “Dari hasil penyidikan ditemukan adanya tindak eksploitasi dan tindak pidana yaitu memberikan uang sebesar 2,5 juta rupiah kepada gadis di bawah umur atas kenakalan tersebut untuk digunakan di sebuah hotel di Kota Bangtang.” Ketiga tersangka beserta barang bukti. Dikatakan bahwa dia dibawa ke Polres Bontang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Bukti juga diperoleh, termasuk 12 Rp. 100.000 potong, 26 Rp. Tagihan 50.000, hp, motor polisi nomor KT 3638 OB. Kasus ini terus kami selidiki, ”ujarnya. (Tribunkaltim.co/Fachri )- Artikel ini sempat dimuat di tribunkaltim.co dengan judul ABG Rp 2,5 juta, polisi membongkar anak di bawah umur di Bontang, Kalimantan Timur. Pelacuran anak

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *