TRIBUNNEWS.COM, Warga Maine-Abdul Haris, warga Dusun V, Desa B Durian, Desa B Durian, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Delai Sedangdang, Sumatera Utara, menggunakan ponsel di kamarnya pada hari Jumat Shi terbunuh oleh sengatan listrik (15/5/2020)

Hubungan Masyarakat Passubag Deli Poldesta Deli, Serdang, Iptu M Naibaho mengatakan bahwa ibu korban Hamidah Purba terkejut mendengar jeritan di kamar korban untuk pertama kalinya. -Dia langsung masuk ke kamar dan melihat bahwa korbannya kaku.

Baca: Sejauh ini, 187.965 spesimen telah diverifikasi, dan 17.520 orang telah dinyatakan positif korona- “Meskipun telepon seluler masih dapat diisi ulang, nama saudara perempuan korban adalah Halimah” Memasuki ruangan, ternyata korban tidak memiliki kehidupan. Petugas polisi Bai Ling yang menerima laporan segera pergi ke tempat kejadian dan memperbaiki ponsel dan stop kontak.

Baca: Untuk mempercepat pemulihan ekonomi setelah aturan mahkota, pemerintah harus memperkuat Desain departemen perikanan .——————————————————————————————————————————————————— Penelitian saat merancang dokter di Pusat Kesehatan Umum Labu Street, dada korban terbakar. Hidupnya tidak ada gunanya, “katanya. Katanya.

Baca: Pemerintah harus menanggapi kebutuhan para penyandang cacat yang terkena dampak pandemi Covid-19

Dia mengatakan keluarga mengklaim bahwa korban adalah karena bencana. Dan meninggal. Kepala polisi Banyuwangi tidak melakukan otopsi dan menerima insiden dengan itikad baik. Naibajo mengatakan: “Keluarga tidak akan menuntut siapa pun dan korban dimakamkan di daerah pantai Rab pada hari Sabtu pagi desa durian Hamlet TPU 5 5B in. “

penulis: Dewantoro kontributor Medan

entri ini diposting di Kompas.com, berjudul” perangkat seluler utama, dan “Ngecas”, Haris karena Dibunuh oleh sengatan listrik saat mengenakan headphone

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *