TRIBUNNEWS.COM-Protes terhadap UU Cipta Karya masih terus berlangsung di berbagai bidang.

Sebanyak 50.000 pekerja di Provinsi Banten akan kembali menggelar aksi di luar Istana Status pada 20 Oktober 2020. Hal tersebut disampaikan melalui telepon Dedi Sudrajat, Ketua Presidium Banten (AB3) Serikat Pekerja Sedunia, dan dihubungi melalui telepon pada Selasa (13/10/2020).

“Dari 21 hingga 22 Oktober, kami akan berkata di Didi lagi:” Lebih baik menyeberang di depan istana. Hampir 50.000 di Provinsi Banten. Nanti kami akan satukan dengan DKI dan Jawa Barat. Draf 812 halaman penciptaan lapangan kerja di Jokowi besok-silakan baca juga: Massa Mendemonstrasikan Penolakan UU Cipta Kerja Dedi menjelaskan TKI ditangkap polisi di Bundaran HI, dan tuntutan buruh sama dengan tuntutan sebelumnya. Tindakannya sama, yakni menolak undang-undang yang komprehensif tentang undang-undang sementara dan meminta Presiden Joko wi untuk menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu).

“Perppu Presiden keluarkan, ini semua untuk kita. Belum meluas kemana-mana.”

Harapan ada terobosan dengan Perppu, kita berharap dialog lebih banyak lagi, ”kata Dedi: PDI -P siap berdialog — menurut Dedi, menolak undang-undang yang komprehensif adalah bentuk boikot oleh pekerja yang menganggap undang-undang tidak menyetujui pekerja .— “Presiden menjelaskan dengan benar. Tapi bukan ini yang kami protes. “

Yang dikatakan Presiden UMP masih eksis. Ini fakta, tapi yang ingin kita ketahui adalah UMK, dan masih banyak Dedi yang belum dibahas. Ajukan uji materiil.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *