TRIBUNNEWS.COM-Seorang pria bernama Dedi alias Taspin bertekad membunuh Sanah, bibinya yang berusia 79 tahun.

Dedi mengaku pernah disakiti oleh Sanah, dan diduga telah berkali-kali menghina orang tuanya. Membujuk polisi.

Pembunuhan itu terjadi di desa Cipondok di daerah Tsbinbin Kabupaten Kuning Selatan.

Didi berdebat di depan polisi bahwa ia harus membunuh Sana’a karena orang tuanya dihina . : Warga yang histeris melihat bayi itu masih hidup dan menangis serta dikuburkan. Ibunya panik dan melapor polisi kepada anaknya— “Saya mendengar perkataan korban dan menghina orang tua saya. Dia mengatakan bahwa ayah saya suka mencuri tanah, lalu dia menghina penyakit saya. Ibu DD, DD mengatakan pada jumpa pers yang digelar di Aula Mabes Polri Kuningan, Wira Satya Pradana, Rabu (20/9/2020). Ia mengatakan sudah pindah dan langsung mendatangi rumah yang tidak jauh dari rumah korban. – “Tersangka Pria itu berkata lagi: “Ketika saya sampai di rumah korban, saya langsung memukul dada dan mencekiknya sampai mati.” – Tersangka mengaku tidak menyadari bahwa korban telah meninggal. – “Setelah korban tidak berdaya, saya mengambil perhiasan dan kalung rumah hujan berupa gelang emas dan berjalan keluar kota,” katanya.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *