TRIBUNNEWS.COM-Divisi III Polda Sumsel (Sumsel) menangkap sebanyak 14 orang yang diketahui bukan mahasiswa.

Masih penangkapan siswa SMA peserta undang-undang Cipta Kerja, protes terhadap bus komprehensif.

Bahkan, salah satu dari mereka bertekad mencuri almamater bibinya agar bisa merasakan demonstrasi tersebut. suasana.

Orang yang aman D (17) mengaku ingin melihat bagaimana rasanya menghapus demo. – “Saya masih duduk di bangku SMP dua belas. Saya mengikuti dua demonstrasi. Pertama kali saat kerusuhan. Hari ini adalah.”

“Ini almamater bibi saya. Saya sudah lulus kuliah,” dia Said saat memastikan keselamatannya di Mapolda Sumsel, Senin (10 Desember 2020). Untuk menolak hukum penciptaan lapangan kerja dan menghindari berada di sekitar istana-menurutnya dia baru saja bergabung dan memang menjadi tim penyemangat atau aktif. — Tetapi ketika dia datang ke lokasi demonstrasi, dia langsung dilindungi. Polisi juga meminta kartu pelajar. –Karena dia tidak bisa menunjukkan ID muridnya, dia langsung dibawa ke mobil polisi.

Ri (18) tidak jauh berbeda.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *