TRIBUNNEWS.COM-Ratusan ratusan warga Desa Sukorejo, Desa Trangkil Baru, Desa Gunungpati Sukorejo, Semarang dikabarkan tinggal di atas tanah tersebut.

Warga yang menempati lahan tersebut sejak tahun 2010 was-was dan terancam akan terusir-bahkan menurut informasi warga, 95 KK yang terbagi dalam dua RT tersebut telah diperoleh secara legal dari Pusat Kerjasama Pegawai Kota Semarang (PKPRI). Membeli tanah. Keluarganya dikurung, segel rumah ditolak, dan kasus sengketa tanah – namun dalam perjalanan, muncul pihak yang mengaku sebagai pemilik tanah.

“Kami membelinya secara legal”.

“Pada 2013, kami bahkan punya bukti menyerahkan hak kami. Selama 10 tahun kami tinggal, ada sengketa,” Koordinator Residen Kampung Trangkil Baru Rossidi ( Rosidi) berkata pada Minggu (11 Oktober 2020).

Dia mengakui, argumen tersebut membuat warga semakin tertekan dan terancam. Pasalnya, hakim Pengadilan Negeri Semarang yang membubarkan gugatan warga dan memenangkan pihak yang mengaku sebagai pemilik tanah, yakni Sunarto, sebagai tergugat. Ia menepis penolakannya dari putusan Pengadilan Negeri Semarang. “-Katanya.

Warga semakin khawatir karena tidak bisa membuktikan tanah dan rumah tempat tinggal mereka., Pagar terpasang pada rantai

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *