TRIBUNNEWS.COM-Yogyakarta, Sleman, kasus pembunuhan 10 siswi tepian Sungai Sempor kini memasuki tahap akhir.

Salah satu terdakwa, IYA (36), divonis 1 tahun 6 bulan penjara. Pada Senin (24/8/2020), Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sleyman.

Hukuman terdakwa IYA kurang dari tuntutan jaksa yang dipenjara selama dua tahun. .

Pengadilan Negeri Sleman yang diketuai tuan rumah Anas Mustakim mendengar kabar dari Pelatih Pramuka SMPN 1 Turi

Saksi: Sleman, Turi, SMPN 1 Turi Duduk Sedih di Tepi Sungai: Tiga Terdakwa Tidak Mendampingi Siswa — Bacaan: Di Susur Sungai, Kisah Heroik Cordier Menyelamatkan Puluhan Siswa SMPN 1 Tragedi Touri

Menurut majelis hakim, terdapat undang-undang dan bukti yang meyakinkan bahwa IYA telah melakukan tindak pidana dan dijatuhi hukuman pidana bersalah. -Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang diikuti luka dalam insiden Pagar Sungai.

“Perbuatan terdakwa tidak bisa dibuktikan. Tidak ada alasan atau alasan.”

“Menurut keterangan saksi, terdakwa adalah orang yang bertanggung jawab atas perbuatannya,” kata majelis hakim dalam putusan Pengadilan Negeri Sleman itu.

Menurut tim juri IYA, karena dia guru, pelatih pramuka dan bertanggung jawab atas kejadian itu, dia melakukan kesalahan.

Keputusan SMPN 1 Turi membuktikan hal tersebut.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *