Makasar TRIBUNNEWS.COM-Anggota Tim Polres Makassar dan Polres Rabocini menangkap empat orang penganiaya yang membunuh komandan alias Faisal pada Minggu pagi (10 April 2020). -Mereka adalah DI alias Bagong (31) dan IK (24), serta dua mahasiswa HR alias Dani (24) dan AF alias Fadli (22).

Empat dari mereka ditangkap ketika salah satu dari mereka ditangkap. Pukul 03.00 WITA, sekretariat rombongan mahasiswa di Jl Minasaupa, Makassar.

Ketua Tim Reserse Kriminal Polrestabes Makassar Kapolres Agus Khaerul, yang dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut. Jelaskan bahwa kasus penganiayaan bermula ketika korban Panglima dituduh mencuri ponsel Muhammad Zulfikar (23) yang menjadi saksi kasus penganiayaan tersebut. Dani (Dani), Ik (IK) dan Fadli (Fadli) juga pergi menemui Faisal (dikenal juga sebagai Panglima).

Baca: Usai Menginterogasi Tudou, Dua Orang Menjadi Korban Penganiayaan, dan Satu Orang Ditusuk

“(Tersangka Pelaku) Minta Faisal Ngotot Pakai Nama Pseudonim. Dengan tangan kosong, batu bata dan bambu kecil membunuh kepala korban, ā€¯ujarnya.

Fasal mengaku melakukan pelecehan tersebut, lalu pelaku memintanya untuk duduk. — “Kemudian Faisal, yang juga dikenal sebagai komandan, duduk karena mengaku telah mencuri ponsel Mohamed Zorfikar. Segera setelah itu, seorang saksi mata (IA) melihat bahwa Faisal juga disebutkan namanya (konon memiliki (Mati) Komandan tidak sadarkan diri, “katanya. -AI juga menelepon temannya RD, F alias Uranus, dan membawa komandan ke Rumah Sakit Happy, tetapi nyawanya sia-sia. -Dalam kasus ini, polisi juga memeriksa enam orang lainnya yang masih menjadi saksi. -Enam orang ini adalah pemilik ponsel MZ (23), ER (23), F alias Uranus (21). , FF masing-masing adalah Roga (21) dan AI (25).

Keenam saksi tersebut adalah mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Makassar.

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul “Komandan Penganiayaan” tewas dan 4 pemuda di Makassar ditangkap.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *