TRIBUNNEWS.COM – Komisi Ulima Indonesia (MUI) menyatakan bahwa selama pandemi virus korona, sholat Idulfitri dapat dilaksanakan di rumah. 19.

Pada malam Idulfitri, umat Islam dihadapkan pada hadits, mengucapkan takbir, tahmid, tasbih dan melakukan kegiatan ibadah.

Sholat Idulfitri dapat dilakukan secara terpisah (Muffalid), terutama di daerah yang tidak terkendali pada saat distribusi Covid-19.

Pelaksanaan sholat Idul Fitri harus terus menerapkan perjanjian kesehatan dan mencegah potensi penularan virus korona. Pandemi

Bacaan: MUI: ID Ibadah melalui siaran langsung ilegal

Membaca: Menag Imbau ID Ibadah di rumah, bagaimana dengan berkhotbah? Ini adalah “Panduan Sholat Idul Fitri”

Jemaah atau hidup sendirian

Jemaah

Jika sholat Idul Fitri dilaksanakan di Dewan Perwakilan Rakyat, aturannya adalah sebagai berikut:

Jumlah peziarah harus setidaknya Ada 4 orang, satu Am dan 3 Muslim.

– Jika jumlah orang di jamaah kurang dari 4, atau ketika shalat di rumah, tidak ada yang bisa berkhotbah, sehingga sholat Idul Fitri dapat

– sendiri — jika sholat Idul Fitri dilakukan secara terpisah (Mu Farid), ketentuannya adalah sebagai berikut:

Apakah Anda memiliki pertanyaan tentang Islam dan Ramadhan? Anda dapat mengajukan pertanyaan dan berkonsultasi langsung di konsultasi Islam Ust. Zul Ashfi, S.I. Lc

Kirim pertanyaan Anda ke konsultasi@tribunnews.com

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi Tribunnews.com Islamic Consulting Column

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *