JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Di akhir Ramadan, mengetuk pintu adalah salah satu agenda yang ditetapkan oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT), yang akan melakukan pembicaraan persahabatan dengan beberapa penerima manfaat selama pandemi, Rabu (20/5/2020).

Sebelumnya, ACT bertemu dengan Pak Untung dan Pak Suparto di rumah yang sangat sederhana. Sekarang, ACT memukul rumah keluarga Ms. Nurlela di Lenteng Agung.

Rumah sederhana dengan pintu dan jendela rusak, dan sebuah lubang ditinju di rumah Nurlela. Rumah ini terletak di daerah pemukiman padat penduduk. Tim ACT mengunjungi keluarga Nurlela selama bulan Ramadan ke 26 dan merasa hangat.

Baca: Bantu cegah Corona melalui Pendidikan Mobile Covid-19, pendidikan DMII-ACT

Nurlela berusia empat tahun. Anak pertamanya menyewa rumah sendirian. Tiga anak usia sekolah lainnya masih tinggal bersama ibu mereka. Dalam dua tahun terakhir, stroke telah memukul tangan kiri dan kaki kirinya, menghalangi aktivitas Nurlela, termasuk menjalankan keluarga. Sebelumnya, wanita asal Pekalongan ini bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan penjamin dengan suaminya.

“Saya tidak bisa bekerja sama sekali sekarang. Paling-paling, jika Anda ingin berbuka puasa pada saat yang sama, itu diberikan oleh para tetangga,” katanya. Masjid itu sunyi dan kerumunan sebelum puasa tidak jelas, meskipun hal-hal yang Nurila lewatkan setiap kali Ramadhan datang, termasuk memperkuat ekonomi keluarga, sebagai modal untuk membeli pakaian baru untuk anak-anaknya. Tim yang ambil bagian dalam perpisahan hari Selasa kemarin sepertinya membawa angin segar bagi diri mereka sendiri. Muzaki mengirim 25 kg beras fitrah Zakat ke Nurlela melalui Global Zakat-ACT. Selain itu, ada makanan instan dan uang tunai dari Humanity Central Kitchen.

“Orang yang masih suka meminta pakaian ganti adalah anak keempat. Jika anak ketiga sudah memahami situasinya. Namun, jika Anda tidak membeli pakaian, Anda akan cemburu, jadi belilah semuanya. Alhamdulillah, kami Nurlela berkata, Dia juga bisa mendapatkan bantuan beras, yang tidak cukup sampai setelah Idul Fitri. Nurlela akan membeli pakaian baru untuk anak-anaknya. Karena stroke Nurlela, satu-satunya tulang punggung dalam keluarganya adalah anak pertamanya yang bekerja dengan aman. Memang ada gaji. , Tapi itu dapat memenuhi kebutuhan tertentu orang tua dan saudara muda. Uang ini tidak dapat membayar biaya pengobatan ibu. Untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, mereka mengalami kesulitan, terutama ketika membayar zakat fitrah– – Mari kita buat lebih mudah bagi orang miskin untuk memenuhi kewajiban mereka untuk membayar zakat dengan murah hati, ayo, lakukan yang terbaik dan bantu mereka membayar kembali uang bantuan mereka. Sekaranglah saatnya bagi kita untuk bertindak dan membantu mereka yang membutuhkan. Klik di sini untuk membantu. (*) – Apakah Anda memiliki pertanyaan tentang Islam dan Ramadhan? Anda dapat mengajukan pertanyaan dan langsung berkonsultasi dengan Konsultasi Islam Ust. Zul Ashfi (SSI, Lc)

Kirim permintaan Anda ke consulting@tribunnews.com

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi Bagian Ajaran Islam Tribunnews.com

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *