Jakarta, TRIBUNNEWS.COM – Baru-baru ini kami mengetahui bahwa beberapa tempat seperti pusat perbelanjaan dan bandara dipenuhi oleh orang. Faktanya, Indonesia masih menjadi momok bagi 19 negara komunitas.

Beberapa orang kecewa karena dalam beberapa bulan terakhir pemerintah telah menyerukan tinggal di rumah untuk memutus rantai transmisi virus Corona, tetapi tingkat kekerasannya sebenarnya tinggi. — Jadi bagaimana kita harus menghadapi kenyataan ini?

Ustaz Aa Gym memposting artikel keren di Instagram pribadinya tentang pusat perbelanjaan dan bandara yang ramai sebelum wabah virus korona berakhir.

Ustaz yang terkenal, yang bernama asli Abdullah Gymnastiar, mengakui Kerumunan telah membuat beberapa orang yang tinggal di rumah merasa sakit dalam beberapa bulan terakhir. Kerumunan ada di bandara, di pasar atau di jalan.

Membaca: Pembeli memadati pasar Tanah Abang sebelum Idul Fitri dan sedang mempersiapkan sanksi berat bagi mereka yang melanggar aturan PSBB

Membaca: Media Sing Soroti Corona Indonesia, 15 aktif membuka peti mereka ke kerumunan bandara

“Seperti perjuangan dan pengorbanan kami, terutama dokter dan perawat yang mempertaruhkan nyawa mereka, para pejabat yang menjaga masjid-masjid ibadah kami siang dan malam telah menjadi gurun. Mereka telah dikhianati,” kata AA Gym.

Menurut Aa Gym, sebagai Muslim, kita harus menanggapinya dengan cara Islam. – Alasannya adalah bahwa jika perilaku kita sama dengan mereka yang berkumpul, itu sama dengan kemudharatan dan tidak sesuai dengan hukum Islam.

Karena melakukan sesuatu akan membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Apakah Anda memiliki pertanyaan tentang Islam dan Ramadhan? Anda dapat mengajukan pertanyaan secara langsung, atau Anda dapat langsung berkonsultasi dengan konsultasi Islam Ust. Zul Ashfi, S.I. Lc

Kirim permintaan Anda ke consulting@tribunnews.com

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi Bagian Agama Islam Tribunnews.com

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *