TRIBUNNEWS.COM-Anda lupa membaca niat Ramadhan dengan cepat, jadi apa solusinya dan hukumnya?

Dalam video berjudul “Kapan niat puasa di bulan Ramadhan menjadi kenyataan”? Tribunnews dibebaskan pada malam 21 April 2020, pada siang hari dan satu bulan di bulan Mei. Ustaz Satibi Darwis, anggota Komite Pusat Fatwa MUI, menjelaskan hal ini. Menurutnya, ada dua pandangan tentang membaca niat sholat puasa di bulan Ramadhan. Yang pertama adalah dari Maliki, Syafi’i dan Hambali.

Berdasarkan sekolah ini, umat Islam harus membaca niat puasa Ramadhan di malam hari. -Reading: Jadwal Cepat Kota Madien, Magtan, Ponorogo Sekitar Senin, 27 April 2020-Membaca: Akankah bermimpi di siang hari membatalkan puasa? Inilah penjelasannya — jika Anda tidak berniat untuk berpuasa, maka puasa dianggap tidak valid.

“Ketika datang ke puasa di bulan Ramadhan, hukumnya berbeda, karena puasa Ramadhan adalah wajib.”

“Oleh karena itu, memang ada dua pandangan tentang Ulimas. Yang pertama adalah berpuasa di malam hari. Jumlah ulama Maliki, Syafi’i dan Hambali. “

” Jadi niatnya harus di malam hari. Ini didasarkan pada Hadits Nabi. “Siapa yang tidak berniat untuk berpuasa sebelum fajar tidak valid,” Ustaz Satibi Darvis menjelaskan. Tapi ada sudut pandang kedua yang menjelaskan masalah membaca niat puasa Ramadhan, yaitu dari sekolah Hanafi. Apakah Anda memiliki pertanyaan tentang Islam dan Ramadhan? Anda dapat mengajukan pertanyaan dan langsung berkonsultasi dengan Ust. Zul Ashfi, SSI, ajaran Islam Lc

kirim permintaan Anda ke consulting@tribunnews.com

untuk informasi lebih lanjut kunjungi bagian konsultasi Islam Tribunnews.com

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *