TRIBUNNEWS.COM – Dalam pandemi saat ini, pemerintah mendorong umat Islam untuk beribadah di rumah mereka sendiri.

Shalat Jumat adalah doa wajib sampai shalat tarawih dilakukan di rumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Ustaz Satibi Darwis sebagai anggota, komite Fatwa Komisi Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan bahwa shalat tarawih dapat dilakukan di rumah sesuai dengan permohonan pemerintah. Dia percaya bahwa panggilan itu mengacu pada Fatwa MUI No. 14 tahun 2020 dan melibatkan kegiatan ibadah di bawah kondisi epidemi Covid-19. Dia mengatakan daerah dengan batasan sosial skala besar harus mengikuti permohonan ibadat keluarga.

“Kami berada di area yang sehat dengan penyakit menular yang sangat tinggi. Ini ditentukan oleh orang yang berkuasa, yaitu pemerintah. Pemerintah telah mengirimkan area PSBB ke PSBB. Ini berarti area merah,” katanya.

Di Fatwa Mayi, tidak hanya shalat Talawi di rumah, tetapi juga shalat Jumat dan shalat wajib sampai shalat Idul Fitri.

Baca: Maksud puasa Ramadhan 1441 H Tanya Ustaz mengatakan bahwa pada tahun 2020, Anda harus masuk akal dan bijaksana – “Ini berarti yang terbaik adalah tinggal di rumah untuk melindungi diri dari Disebarkan oleh wabah yang belum ditemukan yang dapat menyembuhkan penyakit ini. “YouTube Tribunnews.com melaporkan.

Ustaz Satibi Darwis menjelaskan hadis yang berkaitan dengan ibadah keluarga, artinya adalah sebagai berikut:

“Kita tidak boleh melukai atau melukai diri kita sendiri” – Anda Punya pertanyaan tentang Islam dan Ramadhan? Anda dapat mengajukan pertanyaan dan berkonsultasi dengan agen konsultasi Islam Ust secara langsung. Zul Ashfi (S.S.I, Lc)

Kirim permintaan Anda ke Consultation@tribunnews.com

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi Tribunnews.com Syariah Islam

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *