Pulau Bintan TRIBUNNEWS.COM-Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang di Pulau Bintan, Kepulauan Riau diperkirakan menyerap 23.000 tenaga kerja. Saat ini, pengembangan kawasan ekonomi khusus telah mencapai 80% dan diharapkan dapat dioperasikan pada tahun 2021. Dalam kunjungan lapangan ke PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) di Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang di Pulau Bintan, Kepulauan Riau (9 September 2020) -Menteri Koordinasi Airlangga menambahkan bahwa Garamba Rencana menjadi kawasan ekonomi khusus juga akan membangun industri tekstil. Nantinya, industri ini akan menyerap tenaga para istri atau keluarga pekerja PT BAI.

“Ini adalah metode unik yang belum banyak digunakan di berbagai pabrik,” katanya. Dia berkata.

General Manager Binapenta dan PKK Kemnaker Suhartono menjelaskan bahwa Galang Batang, kawasan ekonomi khusus, saat ini sedang membangun smelter aluminium dengan produksi tahunan 1 juta ton. Pihaknya akan bekerja sama dengan semua pihak untuk menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten guna mencapai target yang dibutuhkan sebanyak 23.000 tenaga kerja.

“Kami akan bekerja sama dengan berbagai daerah untuk mempercepat persiapan tenaga kerja mereka. Jelasnya.” Jelasnya. Suhartono menambahkan, saat ini ada 90 tenaga kerja Indonesia yang sedang mengikuti pelatihan di kawasan tersebut. China akan mendapatkan alih teknologi dan keterampilan. Ia mengatakan: “Ganti teknologi tenaga kerja asing di sini. -Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki turut serta dalam kunjungan lapangan ke PT BAI; Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita; Menteri Perdagangan Agus Suparmanto; Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga; Ketua Federasi Industri dan Perdagangan Indonesia Rosan P. Roeslani. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *