JAKARTA TRIBUNNEWS.COM- “Untuk menjaga kesehatan masyarakat dan pemulihan perekonomian nasional saat pandemi Covid-19, pemerintah mengalokasikan biaya penanganan COVID-19 sesuai Perpres Nomor 249, dengan anggaran akhir 695,20 triliun rupee. Juni 2020 Pasal 72 tanggal 24. Anggaran itu terdiri dari Rencana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 607,65 yang bertujuan untuk menjaga daya beli dan mengurangi dampak Covid-19 terhadap perekonomian, ”kata Menko, Rabu (1 September 2020). ) Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto — Rencana PEN meliputi anggaran perlindungan sosial 2.039 miliar rupiah, insentif perdagangan 120,61 miliar rupiah, dukungan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) 123,46 miliar rupiah, pembiayaan perusahaan 53,57 miliar Rp. Total departemen / lembaga dan pemerintah daerah adalah Rp 106,11 miliar.

Khusus untuk UKM, dukungan ini diberikan dalam bentuk subsidi bunga, insentif perpajakan, dan penjaminan kredit ekuitas untuk membuka posisi UMKM baru. Anggaran subsidi bunga total 35,28 triliun rupee dan target penerima 60,66 juta rekening.

“Penundaan pembayaran angsuran dan subsidi bunga untuk usaha mikro kecil adalah 6%, tiga bulan pertama 6% dan tiga bulan berikutnya. Airlangga mengatakan:“ 3 bulan. Dan 3% perusahaan dalam 3 bulan pertama, dan 2% perusahaan menengah dalam 3 bulan ke depan. “Sebagai bagian dari pemantauan kebijakan ini (khususnya kebijakan KUR), pemerintah juga telah menerbitkan peraturan menteri melalui Komite Kebijakan Pembiayaan UMKM. Departemen Perekonomian Nomor 6 Tahun 2020 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 8 Tahun 2020 Ketentuan khusus mengenai penerima KUR yang terkena dampak disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Dalam Permenko ini, penangguhan pembayaran pokok dan tambahan subsidi bunga KUR telah dikendurkan menjadi 6% untuk tiga bulan pertama. Tiga bulan ke depan 3%. Tiga bulan lagi ada peraturan kedaluwarsa, tenggat waktu dan tenggat waktu ditambah. Kelengkapan syarat administrasi pengajuan KUR.

Sesuai 14 penyalur KUR yang diajukan pada n Mei 2020 Data pekerjaan, ternyata para debitur Kurdi telah menggunakan fasilitas bantuan yang diberikan pemerintah untuk menjelaskan secara cukup detail: Pertama, 1.449.570 debitur diberikan subsidi bunga ekstra Kurdi, dengan saldo debet Rp 46,1 triliun; kedua, Perpanjangan pembayaran pokok pinjaman tidak melebihi 6 bulan kepada 1.395.009 debitur, dengan saldo debet 407.000 miliar rupiah; ketiga, relaksasi pinjaman ke Kurdi, dengan perpanjangan 1.393.024 debitur, dengan saldo debet 39,9 triliun rupiah -Secara keseluruhan, pembayaran Kurdi terealisasi dari Agustus 2015 hingga 31 Mei mencapai Rp 538,82 triliun pada tahun 2020, dan saldo debit Rp 158,84 triliun telah diterbitkan untuk 20,5 juta debitur.Pada tahun 2020 Pada tanggal 31 Mei 2010, tingkat kredit macet Kurdi tetap di 1,18%. – Pada saat yang sama, distribusi suku Kurdi melambat dari Januari 2020 hingga 31 Mei 2020. Diterbitkan untuk 1,9 juta debitur Total pinjaman mencapai 65,86 miliar rupiah. Pengeluarannya 34,66% dari target tahun 2020 sebesar Rp 190 triliun. -Lambatan KUR bisa dimaklumi karena beberapa provinsi telah menerapkan kebijakan physical distancing, social distancing dan large-scale social restriksi (PSBB) Hal tersebut menyebabkan penurunan kegiatan ekonomi yang dipengaruhi oleh kegiatan UMKM dan menurunnya permintaan KUR di masa mendatang.

Namun demikian, update terkini yang diberikan oleh bank distribusi KUR terbesar, Bank Indonesia (BRI) Informasi,) menyumbang 64% share, dan ternyata penyaluran KUR sudah membaik sejak minggu kedua Juni 2020-persyaratan KUR selama COVID-19 lebih longgar, dan Direktur Bank for International Settlements mengatakan: “normal baru” telah menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam penyaluran KUR pada minggu kedua Juni 2020.

Dalam kesaksian lainnya, direktur Bank for International Settlements mengatakan bahwa banknya akan memberikan energi lebih Dalam hal restrukturisasi kredit, April (79,4%) dan 20 Mei (82,7%), namun sejak minggu ketiga ekspansi keuangan mikro, pangsa telah mencapai 78,2%, sedangkan restrukturisasi hanya menyumbang 21,8%. Bahkan di akhir pekan ketiga Juni hingga 2020, total ekspansi keuangan mikro Bank for International Settlements Lebih dari 1 triliun rupiah per hari, dengan kata lain dekat dengan penyaluran pinjaman kecil saat itunormal.

“Kami berharap situasi ini dapat dipertahankan guna meningkatkan pertumbuhan kredit nasional dan memulihkan perekonomian nasional lebih cepat,” tutup Ellanga. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *