TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah menegaskan, pemerintah memiliki komitmen yang kuat terhadap peran negara dalam memberikan perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). , Termasuk keluarganya bisa puas. Menaker Ida Fauziyah mengatakan pada pertemuan dan silaturahmi inspiratif di Lembaga Pelatihan Kejuruan (LPK) Balindo Paradiso di Denpasar, Bali pada Sabtu (12/09/2020). Terkait perlindungan PMI, pemerintah mengeluarkan tahun 2017 tentang perlindungan TKI. (UU PPMI) UU No. 18 bukan UU No. 16. Tentang penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri, hal itu diatur dalam UU No. 39 tahun 2004.

Ia mengatakan bahwa UU PPMI secara jelas mengatur bahwa hanya Hanya pelamar PMI dengan keterampilan dan persyaratan lain yang dapat bekerja di luar negeri. Idats PMI merupakan faktor penting dalam perlindungan, terutama dalam meningkatkan posisi tawar PMI di pasar tenaga kerja internasional.

“Padahal, dengan menguasai keterampilan, Aspek perlindungan PMI dimulai dengan perlindungan diri “PMI bisa tercapai.” Ujarnya. -Dia menyadari bahwa hingga saat ini penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan keterampilan vokasi bagi calon Tenaga Kerja Indonesia (CPMI) masih menjadi persoalan utama yang perlu diselesaikan.

Untuk mengatasi masalah tersebut, ia meminta kepada pemerintah provinsi dan kabupaten / kota agar dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan Pasal 40 dan Pasal 41 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017, yaitu oleh lembaga pendidikan negeri dan / atau swasta yang terakreditasi dan pelatihan vokasi. Organisasi tersebut menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan kejuruan, serta menyediakan dan memfasilitasi pelatihan bagi calon pekerja migran Indonesia melalui pelatihan kejuruan anggaran dari fungsi pendidikan. -Menaker Ida juga berharap agar penanggung jawab penempatan Tenaga Kerja Indonesia (P3MI) berperan aktif, memberikan layanan secara profesional, serta melindungi dan memajukan hak-hak PMI. Karena tata kelola yang lebih baik, berbagai situasi yang sering terjadi dapat sangat dikurangi.

“Tentunya kita semua ingin segera menerapkan regulasi dan tata kelola yang lebih baik terkait penempatan dan perlindungan TKI. Ia mengatakan:” … “Ia juga memuji LPK Balindo Paradiso yang menghasilkan banyak lulusan. Pasar tenaga kerja menarik, terutama lulusan yang bekerja di kapal asing. Pemerintah, khususnya Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Saya berterima kasih kepada LPK Balindo Paradiso yang telah mendukung rencana pemerintah untuk memperkuat keterampilan CPMI. ”(*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *