Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah mengungkapkan keprihatinannya atas musibah bencana para petani di Deli Serdang yang mengeluhkan penderitaan mereka akibat konflik dengan perusahaan. Kepala ATR / BPN dan Menteri BUMN. -Menaker Ida mengomunikasikan pernyataan ini ketika menerima pengaduan dari 26 perwakilan petani dari Serikat Tani Bersirin (STMB) di Desa Sei Mencirim, Kutarimbaru. Kecamatan, Kabupaten Demei Sedan dan Desa Simalingkar A Persatuan Tani Simlingkar A (SPSB), Jalan Pancur Batu, Provinsi Sumatera Utara, De Sudamla, Gedung YTKI Jakarta, Selasa (14/7/2020) .– – “Secara pribadi saya juga sangat prihatin dengan apa yang bapak ibu alami. Saya akan teruskan ke kepala ATR / BPN kemudian ke departemen BUMN.” Ida Fauziyah didampingi Karo Humas Soes Hindharno Selanjutnya berkata.

“Jika hak-hak petani diganggu, demokrasi akan memberi mereka ruang untuk mengungkapkan ketidakpuasan mereka. Negara juga memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan masalah ini,” katanya.

Dalam hal ini, Ida, Menteri Sumber Daya Manusia, juga menanyakan kepada masyarakat yang mengeluhkan standar kebersihan saat memperjuangkan haknya di Jakarta. Ya, perhatikan juga kesehatannya. Saya berharap kedua tujuan ini dapat dipertahankan, tercapai tujuan, dan sehat kembali, ”ujarnya.

Tindakan jalan tersebut dilakukan karena tanah dan pemukiman yang dikelola sejak tahun 1951 telah dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara ( PTPN II) penggusuran paksa, Sei Mencirim yang diusir sudah mendapat Sertifikat Hak Milik (SHM).

“Kami mengadu ke Kementerian Ketenagakerjaan karena 26 petani yang mewakili 170 petani juga buruh tani. Keluhan semacam ini kami harap dapat disampaikan kepada Presiden Suraman, didampingi oleh Menteri STAM Imam Wahyudi dan Konsultan Petani Aris Wiyono. Areal konflik antara petani STMB dan PTPN II seluas ± 850 hektar, sedangkan kebutuhan petani STMB ± 323,5 hektar.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *