TRIBUNNEWS.COM-Pandemi Covid-19 telah menimbulkan kontroversi di berbagai daerah baik di dalam negeri maupun internasional, salah satunya terkait dengan sektor transportasi internasional, yaitu proses pemulangan dan pertukaran personel (ABK) .– -Dalam hal ini Pemerintah Indonesia mengumumkan komitmennya untuk menjadikan perlindungan dan pemulangan awak kapal Indonesia yang terkena pandemi Covid-19 sebagai salah satu prioritasnya dengan menandatangani Deklarasi Bersama Tingkat Menteri dari KTT Virtual Internasional dan mengganti awak kapal. 16 negara / kawasan lain Juli lalu. Sebagai tindak lanjut dari virtual KTT internasional tersebut, Indonesia bertanggung jawab melalui Kementerian Perhubungan. Administrasi Umum Angkutan Laut kembali menegaskan komitmennya dengan berpartisipasi dalam webinar internasional “Seafarer Talk: Repatriation and International Cooperation in the Covid-19 Pandemic” yang diselenggarakan oleh KBRI London yang dibuka secara resmi oleh organisasi tersebut. Pada Rabu sore (26/8), KUAI KBRI London bertempat di Adam Tugio London. -Tujuan webinar ini adalah menjadi forum untuk berbagi dan bertukar praktik baik dalam kerjasama internasional untuk melindungi hak asasi manusia. Warga negara Indonesia (WNI) terutama dalam hal pemulangan awak kapal.

Topik yang dibahas meliputi gambaran umum ekonomi global selama pandemi, peran pemangku kepentingan terkait (IMO dan negara pesisir), dan tindakan yang diambil oleh pemerintah Indonesia dalam memulangkan pelaut. — Kapten Direktur Biro Transportasi dan Transportasi Laut Antoni Arif Priadi (Antoni Arif Priadi) mengatakan di Indonesia, kegiatan pemulangan dan penukaran awak kapal diawasi bersama oleh seluruh kementerian terkait, termasuk Kementerian Luar Negeri dan Luar Negeri. Kementerian Urusan dan Penanaman Modal, Kementerian Kesehatan, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, TNI, Polri, BNPB, dan Covid Working Group berdasarkan Surat Edaran SE Kementerian Perhubungan Nomor 13 Tahun 2019 Penyakit Virus Corona 2019 (Covid-19) Penanggulangan bencana untuk penumpang di atas kapal selama bencana darurat, logistik dan layanan pelabuhan — Selain itu, Indonesia juga telah bekerja sama dengan pemilik kapal, kepala sekolah dan / atau agen untuk mempromosikan prosedur khusus dan sanitasi sesuai dengan Organisasi Kesehatan Dunia. Prosedur dipertukarkan untuk manajemen peralatan kapal asing.

“Kami mengedepankan layanan terintegrasi, antara lain re-arrival, arrival, disembarkation / boarding, proses CIQP, pemeriksaan kesehatan Covid-19, situs karantina./Isolasi, transportasi darat dan penerbangan pulang sebelum memberikan informasi,” kata Antoni.

Saat ini Antoni masih terus berlanjut, dan proses pemulangan dan / atau penukaran ABK telah dilakukan pada pukul 8 (8). Pelabuhan tersebut meliputi: Pulau Ko Liang, Pulau Nipa, Pelabuhan Tanjong Bale Karimun, Pelabuhan Tanjung Pruek, Merak, Benoa dan Makassar.

“Selain itu, akan diidentifikasi 8 (delapan) pelabuhan tambahan untuk proses repatriasi dan / atau pertukaran ABK yaitu, Belawan, Dumai, Tanjung Perak, Bangalmasin, Sama Linda, Balikpapan, Ban, Ambon dan Pelabuhan Sorong, … tambahnya. Anthony mengungkapkan Otoritas Pelabuhan bekerja sama dengan Jawatan Kesehatan Pelabuhan serta Biro Bea dan Imigrasi sesuai ketentuan yang berlaku dan Standard Sanitation Agreement WHO , Memperbaiki mekanisme khusus untuk menangani pertukaran ABK Indonesia dan luar negeri agar tim pertukaran program dapat berjalan dengan cepat dan efektif Ia mengatakan: “Sampai saat ini kita masih mengadakan diskusi antara berbagai kementerian dan instansi terkait. Rapat pembahasan nasional untuk koordinasi teknis di tempat selama proses pemulangan dan pertukaran personel tim. — Selain itu, menurut Anthony, untuk menunjukkan komitmennya dalam mendukung proses repatriasi dan pertukaran awak kapal serta mendukung pelaut sebagai tenaga kerja utama, Indonesia juga turut serta dalam kampanye. Seruan kapal global internasional di semua pelabuhan dunia: Juli 2020 Panggilan semua kapal di perairan Indonesia pada siang hari tanggal 8, menyebabkan trombon mengeluarkan tiga suaralu .

“Ini menunjukkan bahwa Indonesia mendukung untuk menjadikan pelaut sebagai pekerja kunci. Sebagai salah satu pemasok pelaut terbesar di dunia, Indonesia akan memenuhi tanggung jawabnya untuk memastikan bahwa proses pemulangan para pelautnya aman,” tutup Anthony.

Sebagai referensi, selain Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Departemen Administrasi Angkutan Laut Kementerian Perhubungan Jaringan, dalam acara webinar ini juga diperkenalkan para ahli yang ditugaskan oleh KBRI. Adam M. Tugio berangkat ke London; Judha Nugraha, Director of Foreign Protection of Citizens and Legal Persons, Ministry of Foreign Affairs; Director of Maritime Safety and Standards, Wakil Tetap Inggris untuk International Maritime Organization, Katy Ware ); Direktur Urusan Eksternal Legal dan Administratif IMO, Frederick J.Kenney (Frederick J.Kenney); Kantor Koordinasi Inspeksi Federasi Pekerja Transportasi Internasional (ITF); sementara itu, peserta webinar termasuk ASEA N Tiga kedutaan besar di London, kedutaan besar negara pengirim pelaut utama, kedutaan besar penyedia jasa pelabuhan, think tank (Inggris dan Indonesia), perwakilan organisasi internasional terkait (ILO dan ITF), perwakilan perwakilan tetap Indonesia di Indonesia, Jenewa dan Indonesia Kementerian / lembaga terkait. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *