TRIBUNNEWS.COM-Administrasi Umum Angkutan Laut Kementerian Perhubungan telah mengonfirmasi 58 pemeriksa keselamatan kapal (PPKK). Upacara pembentukan PPKK ini meliputi Inspektur Maritim (MI A) dan Wakil Inspektur Maritim (MI B). “Katanya.” — Menurutnya, apakah pemeriksa keselamatan kapal akan mencerminkan kualitas keselamatan kapal di Indonesia.

“Kami melakukan uji kelayakan. Kapten Hermanta berkata:” Melalui metode penilaian kemampuan, penggunaan penilaian dasar berbasis komputer dan ujian lisan yang dilakukan oleh sekelompok inspektur dari Administrasi Umum Kelautan dan praktisi senior maritim sesuai bidangnya, ” Upacara pengukuhan dilakukan oleh pemateri setelah para peserta pertama kali memperoleh ilmu di bidang maritim dan angkatan laut.

Sumber dari Bagian Ahli Administrasi Umum Perhubungan Laut, Urusan Keahlian Keselamatan Kapal Administrasi Kelautan dan Kelautan, Biro Inspeksi Umum, BPSDM Transport, Praktisi kelautan seperti lembaga klasifikasi, ahli di bidang gas alam lepas pantai, transportasi minyak dan pertambangan, dan ahli di bidang keselamatan kapal umum termasuk Australian Marine Science and Technology (AMSAT) dan Australian Maritime Safety Agency (AMSA) melakukan final melalui konferensi video Menguji dan mengonfirmasi dengan inspektur keselamatan kapal. Inspektur maritim Ortasi Lauter (BP2TL) dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan Transportasi menjadi inspektur keselamatan kapal, dan dapat secara formal dan mandiri melakukan inspeksi kapal. Inspeksi kapal akan dilakukan oleh International Maritime Organization (IMO). ) Peserta pelatihan ketrampilan profesional yang dipersyaratkan yaitu sarjana navigator (navigasi / teknologi) dan sarjana arsitektur angkatan laut.

Dari total 60 peserta, 2 orang diumumkan dan 58 dikonfirmasi oleh PPKK. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *