Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Dengan dukungan para pihak, parade pengukuhan dan penyampaian komitmen profesional Insinyur Profesional, Insinyur Profesional Indonesia (PII) -Teknik Kehutanan dan Sertifikat Registrasi Insinyur diperoleh di Auditorium Mangalawa Nabkti Diselenggarakan dan didampingi oleh Siti Nurbaya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (19 Agustus 2020).

Ketika insinyur kehutanan berpartisipasi dalam program pelatihan online dan offline pertama, wajah mereka memancarkan kebahagiaan dan emosi. Auditorium Dr. KLHK-Jakarta Soedjarwo .

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan berharap dengan dilantiknya Insinyur tersebut dapat mendukung di era persaingan global saat ini, khususnya Komite Profesi Teknik Kehutanan (BKTH) yang berada di garis depan pemutakhiran — Dalam hal ini digunakan Dengan perjanjian kesehatan COVID-19 yang ketat, Siti Nurbaya juga mendukung penerapan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 yang mengatur bahwa insinyur asing di Indonesia yang akan bekerja di bawah undang-undang ini tidak hanya harus memiliki izin kerja, tetapi juga harus menerbitkan sertifikat pendaftaran insinyur. Oleh PII.

Jika terdapat sertifikat pendaftaran insinyur ini, pekerja asing harus lulus uji kemampuan yang dilakukan oleh asosiasi sertifikasi profesi / LSP untuk mendapatkan sertifikat kemampuan insinyur.

Hal ini harus dilakukan untuk melindungi tenaga kerja lokal agar selalu dapat bersaing di pasar global.

“Rencana tersebut dilaksanakan terhadap Indonesia. Setiap warga negara Indonesia memiliki hak yang sama di hadapan hukum; Indonesia menguasai iptek kelas dunia; dan Indonesia dapat membela negara dan negaranya dalam dunia yang semakin kompetitif. “SDM Unggul-Indonesia Maju” juga bisa diartikan sebagai pemberdayaan ilmu pengetahuan, teknologi dan peradaban Siti Nurbaya mengatakan: “Kami berkomitmen untuk pengelolaan sumber daya alam. “Menurut Siti Nurbaya, kita berperan dalam mengembangkan instrumen dan teknologi, sehingga kita bisa menjadi bagian dari dunia. Di sisi lain, khususnya bagi pengelola hutan dan sumber daya alam Indonesia yang profesional, kita memiliki reputasi yang baik sesuai dengan kemajuan nasional. Peran pengelola, dan dapat melemahkan perwujudan negara. Tangan kita, birokrasi, pengusaha, peneliti, akademisi dan aktivis. Kita harus taruh di pundak kita. Secara profesional, wadah yang kita miliki, Kendaraan, rambu-rambu dan sosok profesional, darah Indonesia harus kita terus terkuras, kata Siti Nurbaya.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *