TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah resmi memberikan pengalihan dan konsesi PT melalui Kementerian Perhubungan. Bandau Bakau Jaya melakukan pengoperasian, pengoperasian dan pengembangan pelayanan pelabuhan Terminal Bandar Bakau Jaya di Desa Margagiri, Kabupaten Serang Kabupaten Bojonegara, Provinsi Banten.

Perjanjian ini tertuang dalam Perjanjian Pengusahaan KSOP Kelas I, Kantor Banten dan Biro Perusahaan Pelabuhan PT. Bandar Bakau Jaya (PT. BBJ) Terkait pengoperasian jasa pelabuhan Terminal Bandar Bakau Jaya di Pelabuhan Banten, kontrak ditandatangani oleh Victor Vikki Subroto, Manajer Kantor KSOP Banten Kelas I, dan Pimpinan Eksekutif PT. BBJ Jakis Djakaria dengan bantuan Menteri Perkapalan R. Agus H. Purnomo digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (23/7). Konvensi 2008 tentang Navigasi bertujuan untuk memastikan keamanan hukum dari operasi layanan pelabuhan yang dilakukan oleh badan komersial pelabuhan (BUP) dan untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi operasi pelabuhan.

“Salah satu kebijakan pelabuhan nasional adalah menghilangkan monopoli dan menciptakan investasi di sektor pelabuhan, termasuk swasta. Oleh karena itu, peran swasta dalam pengelolaan pelabuhan yang profesional sangat penting, karena jika semua pelabuhan dilakukan secara profesional Management, Managing Director Argus dalam sambutannya mengatakan: “Ini pasti akan membawa kemudahan, murah dan kecepatan. “-Partainya menegaskan akan melanjutkan upayanya untuk mempermudah prosedur perizinan bagi kontraktor pelabuhan swasta dan mempermudah serta mempersingkat proses pengurusan konsesi .-“ Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan kesepakatan tersebut dapat lebih meningkatkan pelabuhan. Pelayanan, memajukan pembangunan ekonomi masyarakat khususnya di Provinsi Banten, dan meningkatkan nirlaba negara. Pendapatan pajak yang diterima pemerintah PT dari pendapatan waralaba. BBJ, “ujarnya. Di saat yang sama, Victor Vikki Subroto, Direktur KSOP Provinsi Banten Kategori I, mengatakan perjanjian konsesi akan berlaku selama 73 tahun terhitung sejak penandatanganan hingga 2093.” Pemerintah akan mendapatkan konsesi. Jumlah yang tepat mencapai 3,5% dari total pendapatan dan akan dinilai secara berkala berdasarkan fasilitas pelabuhan yang ada. “Kata Victor.

Wilayah konsesinya adalah 180.000 meter persegi tanah reklamasi, seluas 6 hektar. Aset konsesi tersebut meliputi dermaga, jalan lintas, jembatan trestle, panggung, jalan, pelampung dan suar. Dan kantor KSOP, fasilitas air minum, alat pemadam kebakaran, peralatan bongkar muat dan peralatan mekanik dan listrik.

“Saya berharap perjanjian konsesi ini dapat meningkatkan kerjasama sektor pelabuhan dan menciptakan lingkungan investasi yang lebih baik. Khusus untuk pihak swasta dalam hal ini PT. Badan usaha pelabuhan Bandar Bakau Jaya, “pungkasnya.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *