TRIBUNNEWS.COM-Administrasi Umum Angkutan Laut Kementerian Perhubungan terus berupaya mendukung program pemerintah yang bertujuan mengurangi kemiskinan dengan meningkatkan sarana dan prasarana untuk mendukung konektivitas kawasan timur Indonesia dan kawasan 3TP (terjauh, terpencil, perairan dalam, perbatasan), Integrasi dan kesetaraan. -Beberapa upaya sektor angkutan laut antara lain pelaksanaan rencana angkutan laut, angkutan perintis dan angkutan ternak.

Dalam proses pelaksanaannya, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memberikan bantuan berupa subsidi operasional, subsidi peti kemas, dan subsidi angkutan, berupa subsidi untuk penyelenggaraan angkutan laut berbasis fee, pionir dan kapal pemeliharaan ternak. (Dua puluh enam) kapal kargo berbayar, yang akan melayani 26 (dua puluh enam) trayek dari 100 (seratus) di 70 (tujuh puluh) negara bagian / kota di 20 (dua puluh) provinsi di Indonesia. Panggilan port.

Menurut Kapten Anthony Arif Priadi, Direktur Perhubungan Kementerian Perhubungan dan Angkutan Laut, terdapat 26 (26) kapal, di antaranya 14 (14) kapal BUMN dan 5 ( Lima) kapal milik PT. Pelni, PT (5 kapal) (lima kapal). ASDP, dan 2 (dua) kapal pribadi. Pada saat yang sama, dari 26 (dua puluh enam) trayek yang dialokasikan, 20 (dua puluh) trayeknya dialokasikan trayeknya, termasuk 8 (delapan) trayek yang dialokasikan untuk PT. Pelni, ada 7 (tujuh) rute menuju PT. ASDP dan 5 (lima) rute menuju PT. Jakarta.

“Enam rute lainnya dilakukan melalui mekanisme lelang publik untuk perusahaan angkutan swasta, dan 5 di antaranya sudah dilelang,” jelas Antoni. apa yang dia katakan. Mengingat tidak ada jenis transportasi lain (darat dan udara) di kawasan tersebut, maka masih menjadi sarana transportasi laut yang sangat andal bagi masyarakat pulau terpencil, perbatasan, perbatasan terluar dan perbatasan (3TP).

“Tanpa Kapal Perintis, nadi perekonomian pulau akan terganggu. Kapal Perintis dapat mengangkut hingga 500 orang dan menghubungkan pulau yang diklasifikasikan 3TP dengan pelabuhan yang lebih besar.” – Anthony menjelaskan. Sampai saat ini, terdapat 110 (116) kapal perintis yang melayani 110 (seratus satu) trayek, dengan singgah di 466 (466) pelabuhan pada 171 (seratus tujuh puluh) register / Kota-kota di 28 provinsi (dua puluh delapan) di Indonesia.

Selain itu, untuk mengangkut penumpang ke pelabuhan tanpa dermaga atau jalur dangkal, Kementerian Perhubungan saat ini memberikan subsidi kepada 20 (dua puluh) unit Kapal Rede q ui yang dioperasikan oleh PT. Pelni akan melayani 20 (dua puluh) rute melalui 18 (delapan belas) kabupaten / kota di 11 (sebelas) provinsi di Indonesia, yang mengarah ke 28 (dua puluh delapan) pelabuhan panggilan.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *