TRIBUNNEWS.COM-Guna memberikan saran dan memperdalam pemahaman tentang penerapan manajemen keselamatan kapal di Indonesia, Kementerian Perhubungan akan ditunjuk oleh Kementerian Perhubungan mulai Rabu (30/9/2020) hingga Jumat (2/10/2020). Petugas pantai mengatur kegiatan bimbingan teknis selama 3 hari (tiga hari), berlokasi di Kalimantan Timur (Galimantan).

Proposal teknis yang digagas Biro Kemaritiman mempertemukan 45 peserta yang merupakan perwakilan dari perusahaan pelayaran Balikpapan dan Samarinda. Panduan teknis untuk orang-orang yang ditunjuk di darat harus diadakan lagi di 3 lokasi berbeda di Batam, Surabaya dan Manado. Kapten dibuka oleh nakhoda navigasi dan Direktur Kelautan. Hermanta (Hermanta).

Kapten sedang berbicara. Hermanta mengatakan untuk menjadi DPA penting untuk memahami penerapan sistem manajemen keselamatan yang memenuhi persyaratan spesifikasi ISM, karena DPA harus memahami dan bertanggung jawab terhadap sistem manajemen tersebut. Pengamanan dilaksanakan oleh perusahaan dan kapalnya.

“DPA bertujuan menjadi jembatan antara personel perusahaan dengan awak kapal yang memiliki kepemimpinan tertinggi dalam operasional kapal perusahaan. Untuk itu, Kapten Hermanta berkata:” Saat mengangkat seseorang menjadi DPA, Perusahaan harus melanjutkan dengan hati-hati. Selain itu, Hermanta mengatakan dunia saat ini sedang dilanda pandemi Covid-19 yang tentunya sangat mempengaruhi operasional kapal, sehingga beberapa operasi kapal perlu disesuaikan. Tanpa mengurangi kebutuhan keselamatan kapal. Bahkan, di beberapa Dalam keadaan tertentu, prosedur lain perlu diambil di atas kapal untuk memastikan keselamatan kapal, termasuk memastikan keselamatan awak.

“Dalam hal ini, Administrasi Umum Perkapalan telah mengeluarkan surat edaran. SE 14 surat tahun 2020 tentang pembangunan. Penerapan prosedur sistem manajemen keselamatan kapal (Covid-19) yang digunakan untuk mengelola penyebaran penyakit virus korona pada tahun 2019, yang mengharuskan semua perusahaan untuk menambahkan prosedur darurat pada sistem manajemen keselamatan, Kapten Hermanta menjelaskan: “Menangani virus corona di atas kapal Menurut Hermanta, Surat Edaran Organisasi Maritim Internasional (IMO) Nomor 4204 juga melakukan pengawasan internasional atas kejadian tersebut. /Tambahkan 3 tanggal 2 Maret 2020 perihal tindakan pencegahan operasional untuk penanganan kasus / epidemi COVID-19 di kapal.

Selain masalah terkait pandemi Covid-19, masih terdapat beberapa masalah baru terkait pengelolaan keselamatan kapal yang perlu segera diselesaikan, terkait dengan kerentanan perangkat lunak atau sistem aplikasi yang digunakan di kapal. Banyak teknologi dan sistem aplikasi digunakan untuk mendukung operasi kapal. Oleh karena itu, awak kapal harus memastikan bahwa teknologi dan sistem aplikasi yang digunakan di atas kapal dalam kondisi baik.

“Terkait hal tersebut, Dirjen Perhubungan Laut juga mengeluarkan regulasi melalui SE 35 2020. Ia mengatakan:“ Dalam sistem manajemen risiko siber, diterapkan prosedur sistem manajemen keselamatan kapal untuk manajemen risiko. Katanya .— Direktur Cabang Pengamanan dan Pencegahan Pencemaran Kapal turut hadir dalam pertemuan tersebut. Selain menjaga kelestarian lingkungan air, ia juga merupakan Ketua Panitia Bimtek DPA Balikpapan. Bapak Rudi Taryono mengemukakan bahwa misi dan peran DPA adalah memastikan Manajemen keselamatan kapal sangat penting. Oleh karena itu, Rudi berharap seluruh peserta Bimtek dapat berpartisipasi aktif dalam juknis DPA yang dicapai oleh Samarinda dan Lea pada saat pandemi Covid-19 melalui penerapan kesepakatan sanitasi. ”Di Samarinda Bali Di Palban dan sekitarnya, INSA DPC berperan sebagai kapten untuk mendukung mereka dalam melaksanakan juknis DPA tahap pertama tahun 2020, ”ujarnya.Terkait hubungan PM 45 dalam pengelolaan keselamatan kapal pada tahun 2012, IMO telah mengukuhkan nama perusahaan melalui surat edaran yang dikeluarkan oleh MSC-MEPC.7 / Circ.6 pada tanggal 19 Oktober 2007, dimana DPA harus dari bidang manajemen atau keteknikan yang diakui oleh pemerintah. Untuk lulus dari suatu institusi, DPA harus memiliki kualifikasi minimum dan pengalaman navigasi pada level manajemen / official, dan DPA dapat berasal dari pelatihan lain, tetapi memiliki pengalaman operasional manajemen kapal minimal 3 tahun. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *