Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Indonesia terus mendapatkan pengakuan global atas keberhasilan pengurangan emisi gas rumah kaca dengan mengurangi deforestasi dan degradasi hutan (REDD +).

Pengakuan ini dalam bentuk pendanaan yang disetujui untuk program Pembayaran Berbasis Hasil (RBP) Dana Iklim Hijau (GCF) 103,8 juta. Sebelumnya, Indonesia juga menerima pendanaan sebesar US $ 56 juta di bawah rencana RBP Norwegia. , Apakah setara dengan 3 juta ton karbon dioksida (tCO2eq).

Indonesia adalah negara terbesar yang menerima pembayaran dari GCF berdasarkan rencana RBP, jauh di atas Brasil, yang telah memperoleh keuntungan dari pendanaan sebesar US $ 96,5 juta. Indonesia merupakan negara kelima yang berhasil memasuki program percontohan senilai US $ 500 juta.

Keberhasilan pembayaran untuk pengurangan emisi REDD + berbasis hasil ini telah diverifikasi oleh tim teknis independen yang ditunjuk oleh Sekretariat UNFCCC. Siti Nurbaya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mengatakan pada konferensi pers virtual: “Ini bukan pernyataan Indonesia. Ini sepihak, tetapi memverifikasi keakuratan data dan konsistensi metode. Laporannya juga terbuka untuk umum. ”Bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Sri Mulyani Indrawati) pada Kamis (27/8/2020) .- Laju deforestasi bersih Indonesia dari waktu ke waktu Dalam kurun waktu 1996-2000 angkanya telah mencapai angka tertinggi yaitu 3,51 juta hektar per tahun. Akibat berbagai intervensi politik, seperti penangguhan izin hutan dan izin hutan primer dan lahan gambut, laju deforestasi di Indonesia terus menurun. , Hingga mencapai minimal 400.000 barel per tahun.

Mirip dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), 11,8 juta areal terbakar selama 1997-1998. Akibat fenomena El Niño terjadi peningkatan pada 2015, dan kebakaran hutan dan lahan terkendali pada 2016-2018. Paradigma pekerjaan pemadaman listrik telah bergeser dari kendali.

Pemerintah berhasil secara terus menerus menurunkan laju deforestasi melalui serangkaian langkah dan kebijakan. Seperti restorasi hutan dan lahan, reboisasi / aforestasi, perlindungan dan pengamanan kawasan hutan lindung, perlindungan dan pengamanan kawasan hutan, pencegahan kebakaran hutan dan lahan, penegakan hukum, SVLK, perhutanan sosial dan berbagai program lainnya. Komitmen pembayaran GCF mencerminkan komitmen Indonesia terhadap perubahan iklim dan kepercayaan yang tumbuh di negara dan komunitas internasional.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *