Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Majelis Nasional Republik Indonesia secara resmi mengesahkan Undang-Undang Cipta Kerja Komprehensif (Ciptaker) di Jakarta pada Senin (10 Mei 2020). Upacara pengukuhan ini juga menimbulkan kontroversi dari seluruh lapisan masyarakat, salah satunya datang dari serikat pekerja / serikat buruh. Ciptaker berencana menggelar aksi mogok nasional pada Selasa (5/10/2020). Berikut pesan Menteri Sumber Daya Manusia kepada serikat / serikat buruh:

Kepada rekan kerja / serikat buruh,

Sejak awal tahun 2020, kami telah memulai dialog tentang Job Creation Act. Secara formal dan informal melalui lembaga tripartit. Kami telah mendengar keinginan Anda dan kami telah memahaminya. Jika memungkinkan, kami akan memasukkan keinginan ini ke dalam tagihan ini. Di saat yang sama, kami juga menerima permintaan dari berbagai kelompok. –Aku mencari keseimbangan. Antara melindungi mereka yang bekerja dan memberikan kesempatan kerja bagi jutaan pengangguran yang masih tidak memiliki penghasilan dan tidak memiliki rasa bangga. Itu tidak mudah, tapi kami melakukan yang terbaik. –Aku tahu beberapa teman kecewa atau tidak puas. Saya menerima, saya mengerti. Ingat, hatiku bersamamu dan yang masih menganggur. Mengenai rencana pemogokan nasional, saya meminta saya memikirkannya dengan tenang, karena situasi ini jelas menghalangi orang turun ke jalan untuk bertemu. Angka pandemi Covid masih tinggi dan belum ada vaksinnya.

Pertimbangkan kembali rencana serangan. Baca tagihan penciptaan lapangan kerja ini secara keseluruhan. Kami menerima banyak keinginan dari teman-teman kami. Mengenai kondisi PKWT, outsourcing, dan terminasi, kami tetap mengacu pada hukum yang lama. Persoalan pengupahan selalu bisa mengakomodir keberadaan UMK. Jika seorang teman ingin dihosting 100%, itu tidak mungkin. Tapi lihat hasilnya. Kami akan melihat bahwa hubungan partai kami sangat jelas.

Karena banyak orang telah ditampung, pemogokan itu tidak relevan. Lupakan rencana ini. Jangan mempertaruhkan nyawa Anda, istri, suami dan anak-anak di rumah. Kita perlu menjaga kesehatan mereka. –Aku mengundang kita untuk duduk bersama. Dengan semangat melindungi pekerja dan menyediakan pekerjaan bagi para pengangguran. Saya berharap teman-teman saya ada di meja dialog, bukan di jalan. Saya percaya bahwa kita selalu dapat menemukan konsensus yang stabil. Kami mencoba menyalakan lilin alih-alih menyalahkan kegelapan. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *