JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Sosial mengapresiasi upaya polisi mengungkap kebutuhan dasar calo. Tindakan tegas polisi tersebut sejalan dengan instruksi Menteri Sosial Julia Batuba, sehingga tim Kementerian Sosial menganut prinsip akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran. Sebagai langkah yang diambil oleh kepolisian sejalan dengan upaya Kementerian Sosial dalam menerapkan asas tanggung jawab dalam pengelolaan anggaran, khususnya upaya memperoleh kebutuhan pokok untuk Covid Pandemi 119, “Di Jakarta, diumumkan bahwa Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Hartono Laras (29/07/29) / 2020). Langkah-langkah yang diambil oleh polisi untuk menangani laporan penipuan dan / atau dugaan korupsi terkait dengan pemberian bansos. Laporan polisi bahwa kasus ini menyangkut hubungan kerjasama antara R dan T dalam pembelian barang, barang yang terlibat adalah beras, minyak roti, mie instan. Sembako seperti sarden dan sambal digunakan pemerintah untuk rencana pembelian bansos Covid-19.

Perjanjian kerja kedua belah pihak mengatur pembayaran barang yang dipesan dengan sistem prabayar. Setelah barang sampai, akan didasarkan pada Cara pembayaran yang harus dibayar e Jumlah barang yang diterima.

Sebagai pemasok barang, T mewajibkan R untuk membayar uang muka.Namun, sekitar 6 bulan setelah barang tiba, ternyata spesifikasi dan kuantitasnya tidak sesuai. R merasa dirugikan dan ditanyai Polisi yang melaporkan kejadian tersebut.

“R juga mengecek informasi yang semula mengindikasikan T memiliki hubungan dengan Kementerian Sosial. Ternyata dia tidak ada hubungannya dengan Kementerian Sosial. Dia ingin memastikan bahwa anggaran belanja sesuai dengan aturan yang ada. Termasuk biaya bantuan sosial untuk merawat orang yang terkena Covid-19. Kami memastikan bahwa proses pengadaan transparan. Dalam proses ini, kami diawasi oleh instansi terkait. “Karena bantuan ini memerlukan anggaran yang sangat besar, dan penerima bantuan sudah mencapai puluhan juta, kami berharap dapat menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa Kemensos sangat mementingkan dirinya.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *