JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Desa, Daerah Tertinggal, dan Imigrasi (Kemendes PDTT) mengeluarkan kesepakatan untuk mengobati wabah virus Corona (Covid-19) agar tidak masuk ke desa.

Tercantum dalam Surat Edaran Menteri Desa, Pembangunan Daerah Miskin dan Imigrasi Nomor 8 Tahun 2020 tanggal 24 Maret 2020, isinya terkait Desa Intervensi Korona dan Konfirmasi Kerja Tunai Desa (PKTD).

Surat edaran ini juga merupakan bagian dari arahan Presiden Joko Widodo, yang bertujuan untuk memerangi pandemi global dan memperkuat masyarakat ekonomi. Juru bicara tersebut mengatakan, kesepakatan tersebut merupakan respon dan antisipasi munculnya kasus Covid-19 di pedesaan yang kondisi ekonominya terbatas dan belum tersedia layanan medis. -Baca: Kementerian Kesehatan memerintahkan semua desa di Indonesia untuk membangun tempat karantina khusus untuk virus corona -Abdul menyatakan bahwa bahkan selama wabah Co vid-19, provinsi tersebut mencegah penyebaran wabah ke desa-desa . Sebagai jaring pengaman sosial, aspek ekonomi masyarakat juga harus diperhatikan. Perkiraan — Banyak poin implementasi kebijakan PKTD dalam penanggulangan pandemi Covid-19 pedesaan.Yang pertama adalah memodifikasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) sebagai dasar pengeluaran dana desa hingga tahun 2020. Kegiatan yang termasuk dalam rencana Tenaga Kerja Tunai Pedesaan (PKTD) adalah bahwa proporsi upah harus lebih tinggi daripada upah non-upah, selain itu sebenarnya hal ini tidak memerlukan keahlian khusus dan membutuhkan banyak orang untuk berpartisipasi. pekerja. Masyarakat diikuti dengan pemanfaatan sumber daya manusia (SDM) dan teknologi yang ada di desa, untuk menjaga kebersihan, dll, tanpa memperoleh teknologi apapun dari luar desa. Untuk menjaga kelangsungan ekonomi, tenaga prioritas dalam PKTD adalah anggota keluarga miskin dan terpinggirkan yang memiliki sistem pengupahan harian. Ia menambahkan, hal itu untuk menjaga daya beli agar masyarakat tetap bisa mendapatkan manfaat dari kegiatan ekonomi yang dilakukan di dana desa. Itu juga harus diperhitungkan. “Kami aman di antara pekerja. Jika pekerja menunjukkan gejala sakit, kami akan memakai masker.” Menteri ini juga dikenal dengan nama Menteri Gus.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *