JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan produksi pangan di Indonesia kuat dan terkendali. Tahun ini, sebagian besar provinsi mengalami kelebihan produksi.

Untuk tujuan ini, Kementerian Pertanian sedang merumuskan strategi sistem logistik nasional untuk menyederhanakan rantai pasokan dan intervensi distribusi. — Salah satunya adalah mentransfer area produk dari produk surplus ke area kekurangan. Saat ini, setidaknya 28 provinsi terkendali. Kementerian Pertanian menyelenggarakan pelatihan pengolahan pangan untuk memprediksi dampak dari data inventarisasi pandemi korona dan perkiraan komoditas yang dikeluarkan oleh Badan Ketahanan Pangan (BKP) menunjukkan bahwa beberapa bahan pangan pokok dari April 2020 hingga Juni 2020 masih ada. Cukup dan aman.

Untuk beras, neraca per Juni diperkirakan 6,4 juta ton, jagung 1,01 juta ton, gula 1,07 juta ton, dan minyak nabati 5,7 juta ton. Cadangan Pangan Nasional, Profesor IPB: Jangan terlalu jauh- “Yang terpenting distribusi kita berjalan dengan baik. Tentukan wilayahnya dan kita punya peta. Ini perintah presiden agar semua kementerian bisa bekerja, kata SYL. (*) Dia tidak dikunci, diisolasi, tidak dikunci, dan tidak ada halangan untuk distribusi makanan.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *