JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Desa, Daerah Miskin dan Imigrasi (Kemendes PDTT) akan segera menyalurkan dana desa dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat pedesaan yang terkena dampak Wabah Virus Corona (Covid-19). — PDTT Mendes Abdul Halim Iskandar menjelaskan bahwa setiap KK akan menerima Rp 600.000 dalam waktu tiga bulan sehingga total menjadi Rp 1,8 juta. Sebelum memasuki Ramadhan, dana sudah bisa dibayarkan. 4 April 2020).

Menteri Halim atau yang biasa disapa Menteri Gus menjelaskan BLT Dana Desa akan difokuskan pada warga desa terdampak Covid-19 yang tidak tercakup dalam program pemerintah lainnya. Semua warga desa, terutama yang terkena Covid-19, bisa mendapatkan bantuan dengan cara mentransfer dana desanya ke pendampingan langsung, sehingga bisa mencari uang untuk kebutuhan sehari-hari, terutama di bulan suci Ramadhan. Ia menambahkan: “Tujuan BLT Dana Desa adalah untuk mendapatkan PKH. Mereka tidak mendapat bantuan pangan nontunai dan tidak mendapat kartu pra kerja.” Warga desa yang dianggap layak mendapatkan dana BLT Desa diharapkan dibutuhkan untuk Pulau Jawa. Diperlukan waktu 1 hingga 2 hari untuk menyelesaikannya agar dana dapat segera dibayarkan.

“Tolong segera kumpulkan data dalam waktu 1 hari secepatnya. Dia menyimpulkan bahwa di pulau-2 hari. Jawa sudah menyelesaikan pendataan, jadi kita bisa melihat kemampuan pengelolaan desa.

Seperti ini penyaluran BLT Dasar hukumnya adalah peraturan walikota desa tentang nomor PDTT (Permendes). Pada tanggal 11 November 2020, Surat Edaran Nomor 8-19 Tahun 2020 tentang Desa Tanggap Covid yang menegaskan bahwa Rencana Kerja Kas Desa merupakan implementasi dari proyek permanen ini ( *).

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *