TRIBUNNEWS.COM-Pusat Informasi Kelautan (Pusinfomar) TNI melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Perhubungan (Ditjen Hubla) DKI Jakarta untuk berkoordinasi dan berbagi informasi di bidang maritim (Rabu, 17) / 6) di kantor Kementerian Perhubungan DKI Jakarta . -R Agus H. Purnomo, Dirjen Perhubungan Laut, diwawancarai langsung oleh Andy Abdul Aziz, laksamana pertama Pusinfomar TNI, termasuk 8 staf Pusinformal. Direktur Navigasi Hengki Angkasawan dan Kepala Korps Marinir dan Penjaga Pantai Ahmad (Ahmad) berharap kedua belah pihak bisa saling berbagi informasi sehingga bisa saling memberi manfaat dan nilai tambah di masa depan.

“Saya berharap kerja sama ini bisa terus berlanjut melalui forum diskusi semacam itu sehingga kita bisa bekerja sama untuk negara ini.” Ujar Managing Director Agus. Atur saluran transportasi dan saluran pelabuhan untuk memastikan keamanan navigasi.

“Kami juga sedang mempersiapkan untuk tukar menukar data dengan TNI Pusinfomar, dimana kami memiliki data AIS, data VTS, data informasi tracking kapal. Bisa dipantau melalui Marine Corps Command Center (MCC) atau database kapal sehingga kami bisa Gunakan informasi yang dimiliki setiap orang. “Terapkan TSS di negara bagian lain dan Selat Lombok. Direktur -KPLP Ahmad menjelaskan tugas pokok dan fungsi pimpinan KPLP serta pengawasan dan penegakan hukum di bidang maritim, termasuk pengawasan dan dukungan personel KPLP dan armada patroli. Dia menambahkan. “Hasil yang baik bisa diraih.” Menurut Panglima TNI Laksamana Andy Abdul Aziz, kerja sama dan koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait, termasuk Administrasi Umum Perhubungan, sangat penting. Oleh karena itu, saya berharap Konferensi ini dapat menjadi wadah untuk berbagi dan mendapatkan masukan.

Selain itu, Wakil Kolonel (P) Pusinfomar TNI Laut (P) Arif Badrudin menjelaskan pemantauan situasi perairan Indonesia secara keseluruhan dan wilayah yurisdiksi nasional.Keadaan umum Pusinfomar, lingkungan strategis, pemantauan dan analisis Pusinfomar TNI, serta pemantauan dan analisis wilayah perairan Indonesia. Kondisi kapal yang tidak normal dan tantangan masa depan.

Ia berharap kedepannya dapat bekerjasama dengan Administrasi Umum Perhubungan, khususnya dalam berbagi informasi, pemutakhiran data, izin masuk kapal asing yang akan masuk ke pelabuhan Indonesia, dan konfirmasi data kapal yang diduga melakukan tindakan abnormal di perairan Indonesia.

Usai pertemuan, Pusinfomar TNI berkesempatan melakukan peninjauan di Marine Command Center (MCC) yang berlokasi di kantor cabang Kemenhub Hubla, Gedung Lent Karsa AI 4 Jakarta. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *