Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah mengimbau seluruh Dinas Sumber Daya Manusia (Disnaker) Indonesia sebagai presiden untuk bekerjasama dan meningkatkan efisiensi pembahasan RUU Ciptaker. -Perlu penguatan kolaborasi dan sinergi untuk memperkuat susunan kata dalam rangka penyempurnaan “UU Klaster Tenaga Kerja Ciptaker” yang akan segera diajukan ke DPR. Pada hari Senin (8 Maret 2020) telah dilaksanakan rapat koordinasi ketenagakerjaan di Jakarta dengan Kadisnaker provinsi Indonesia. -Menaker Ida menambahkan bahwa bentuk kolaborasi dan sinergi lainnya selalu mengedepankan kekuatan dialog untuk memenuhi ekspektasi stakeholders, memberikan pemahaman yang positif kepada stakeholders tentang “Job Creation Act”, khususnya pekerja; Berkoordinasi dengan instansi terkait di wilayahnya masing-masing; serta mendukung dan menggalakkan kegiatan komunikasi publik terkait UU Kewarganegaraan bagi kelompok buruh. Bill Ciptaker dirancang untuk memenuhi kebutuhan tantangan kerja. Apalagi saat pandemi Covid-19.

“Bill CK lebih maju dalam melindungi pekerja. Bapak dan ibu juga harus berkomunikasi dengan pemangku kepentingannya. Bill Ciptaker adalah jawaban atas tantangan ini. Pemerintah sadar , Kata dia, perlu pembenahan, bahkan Presiden kembali disuruh mendengarkan tuntutan stakeholder. Menurut Menteri Ida, UU Ciptaker tidak hanya ditujukan untuk menciptakan lapangan kerja bagi calon tenaga kerja. —— “Mereka yang bekerja juga harus Pastikan perkembangan mereka. Di saat pandemi Covid-19 itu mendorong kita untuk semakin menuntaskan UU Kewarganegaraan semakin banyak karena kita bisa mengurangi jumlah penganggur menjadi 6,8 juta, ”ujarnya. Menteri Aida menilai jumlah penganggur meningkat menjadi 350 Wan. Untuk penyelesaian UU Ciptaker ini, akan menjadi tugas serius bagi pemerintah Indonesia dan Biro Tenaga Kerja.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *