TRIBUNNEWS.COM-Administrasi Kemaritiman Kementerian Perhubungan telah menyelesaikan tahap pertama implementasi electronic pilotage test bed di 4 (empat) stasiun VTS (VTS) di perairan Indonesia. Diimplementasikan pada empat (empat) site VTS pada bulan Juni 2020 dan Juli 2020 yaitu VTS Batam, VTS Tanjung Priok, VTS Benoa dan VTS Tarakan. Departemen yang bisa menghidupkan kembali perekonomian sekaligus memperhatikan kesepakatan kesehatan pandemi Covid-19.

Baca: Kementerian Perhubungan mengeksekusi predikat WTP BPK untuk laporan keuangan 2019

Ujian Hengki Angkasawan dari Departemen Navigasi ( Test bench) Penyelesaian tahap I jebakan elektronik selanjutnya harus dilakukan oleh Administrasi Umum Angkutan Laut, yaitu mengevaluasi dan mengevaluasi seluruh rangkaian kegiatan percobaan. — -Hengki mengatakan: “Hari ini, Rabu (29/7/2020) Alh amdullilah telah meraih posisi yang sangat penting dalam realisasi perlindungan informasi elektronik melalui Biro Navigasi dan stakeholders terkait Administrasi Umum Perkapalan. Melaksanakan asesmen bersama untuk menilai dan menentukan langkah selanjutnya, seperti merumuskan regulasi-Baca: Kementerian Perhubungan sedang menyiapkan langkah-langkah untuk memprediksi periode puncak kendaraan saat Idul Adha-tujuan yang ingin dicapai ke depan adalah menggunakan SDM dan regulasi sebagai Kerangka hukum untuk implementasi. “–Selain itu, Hengki menyampaikan bahwa selain meningkatkan keselamatan maritim dan jasa perlindungan lingkungan maritim di perairan Indonesia, penerapan E-Pilotage juga merupakan rencana yang cepat dan berhasil di lingkungan cabang angkutan laut untuk mengoptimalkan penggunaan pelayaran. Terminal Kapal Dinas Transportasi (VTS) Kab.

Baca: Pang Jang (Pang Jang) Harapan Libur Idul Adha, Ini Yang Dilakukan Kementerian Perhubungan

– “Bahkan ke depan, panduan elektronik ini akan berdampak pada perekonomian yaitu memastikan pelayanan yang efektif dan tepat waktu di bidang keselamatan maritim serta menekan biaya logistik nasional,” kata Hengki Mengenai evaluasi uji E-Pilotage, Hengki mengatakan metode observasi langsung dan metode survei kuisioner. Disebarkan kepada pemangku kepentingan terkait, antara lain: ABK, Pandu, operator VTS dan kuesioner untuk mendapatkan informasi tentang rekomendasi dan data utama peserta utama dalam uji coba E-Pilotage. Penggunaan fasilitas dan metode yang direkomendasikan di Tarakan serta instansi terkait Komunikasi di antara mereka berjalan dengan baik dan lancar, ”kata Henkey. Diakuinya masih ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan ke depan. Aspek lain melibatkan koordinasi antar instansi terkait, kemampuan sumber daya manusia, dan perlunya mengadopsi regulasi atau aturan yang komprehensif sebagai kerangka hukum penyelenggaraan electronic driving. Untuk mensukseskan tes mengemudi elektronik tahap pertama ini, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terkait, terutama kepala wilayah navigasi, kantor pelabuhan dan departemen yang berkompeten, dinas pembinaan perusahaan pelabuhan dan Petugas Bandan (BUP) yang bernama Hengki .

Baca : Kementerian Perhubungan sedang menyelenggarakan peningkatan kapasitas operator telekomunikasi dan tenaga teknis selain itu sesuai dengan standar IALA juga perlu dilakukan peningkatan kapasitas SDM operator VTS dan optimalisasi fungsinya. e Sistem VTS dan menurut general manager Pe rhubungan Laut No. 287 / DJPL / 2020 menambahkan fungsi atau alat yang dapat membantu VTS mengambil keputusan dan memelihara sistem secara teratur.Tujuannya untuk memastikan kehandalan sistem dengan mengikuti KSOP, Distrik Navigasi , Pandu dan BUP turut serta merealisasikan sosialisasi peralatan VTS. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *