Bones, TRIBUNNEWS.COM-Enam kelompok tani (Poktan) di Desa Bontojai, Kabupaten Bontokani, Kabupaten Bontou, Provinsi Sulawesi Selatan, merasakan manfaat dari asuransi pertanian atau asuransi komersial petani padi (AUTP). Pasalnya, 33,75 hektare sawah yang panenannya buruk sudah mendapat klaim asuransi.

“Pada musim kemarau, petani harus mampu meramalkan kekeringan. Demikian pula pada musim hujan, banjir bisa menjadi ancaman. Jika infrastruktur dan sarana sudah siap dan sesuai, fenomena alam ini bisa teratasi.” Menteri Pertanian SYL (4) / 4).

Ia mengatakan bahwa pertimbangan yang tepat harus diberikan untuk penggunaan benih (lokasi tertentu), pemupukan tepat waktu dan seimbang, serta penggunaan pestisida dan pengelolaan irigasi yang bijaksana. Kegiatan pertanian yang telah dilakukan dapat berjalan dengan lancar sehingga dapat menghasilkan output yang dibutuhkan. Petani, “kata Sarwo Edhy. Pelajari tentang asuransi pertanian. Padahal, untuk memudahkan petani, pemerintah memberikan hampir 80% subsidi premi.

” Asuransi pertanian adalah salah satu bentuk pemerintahan yang bertujuan untuk melindungi petani dari Bencana alam, wabah penyakit hewan menular, perubahan iklim dan risiko lain yang sudah ada. Karenanya, asuransi pertanian semacam ini pada dasarnya dapat membantu petani jika terjadi gangguan. “-Sarwo Edhy, Direktur Administrasi Umum Prasarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan), menambahkan dengan adanya asuransi pertanian, petani yang tidak panen bisa membuka kembali usaha. Kompensasi. Memang, petani peserta asuransi pertanian akan mendapat 6 juta rupee / Hektar kompensasi.

“Tentunya hal ini akan mengembalikan semangat petani untuk memulai kembali usaha pertanian,” ujar Salvo Ed.

Asuransi pertanian atau yang biasa disebut dengan AUTP. Kementerian Pertanian yang selama ini berkembang belum terpenuhi Banyak kendala, klaim yang dibayarkan PT Jasindo berjalan lancar.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *