TRIBUNNEWS.COM-Guna meningkatkan kemampuan agen dan pemangku kepentingan dalam mengimplementasikan regulasi terkait teknis penanganan dan pengangkutan barang berbahaya di Indonesia yang diwajibkan oleh International Solid Bulk Maritime Code (IMSBC), Kementerian Perhubungan. -Administrasi Umum Angkutan Laut bertanggung jawab untuk merumuskan peraturan Menteri Perhubungan tentang penanganan dan transportasi kargo curah padat. -Penyusunan peraturan ini mencakup kargo curah dalam kelompok A, B dan C di pelabuhan kode IMSBC untuk pengelolaan pengawasan kargo padat.

Baca: Jelang Idul Fitri 1441 H, Kemenhub Turunkan Camara Nusantara 2 untuk Angkut 550 Sapi

Tim Direktur Penjaga Pantai dan Laut Ahmed (KPLP) dalam sambutannya mengatakan Menhub mengatakan Penyusunan peraturan untuk penanganan dan pengangkutan kargo curah padat meliputi perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi.

Ahmed menyampaikan bahwa KPLP sebagai Leader of puns harus memberikan acuan dalam pelaksanaan pengawasan Barang Berbahaya dalam tugas dan tanggung jawabnya di bidang Barang Berbahaya dalam merumuskan kebijakan. — “Pimpinan KPLP sedang mengupdate pedoman yang ada untuk penanganan barang berbahaya dengan menggunakan peraturan baru yang disyaratkan oleh International Bulk Maritime Regulations (IMSBC),” kata Ahmed.

“Untuk ini, saya perintahkan semua peserta untuk saling mendukung dan menantikan kerjasama.” Lanjut Ahmed.

Sebelumnya, Hru Mariyanto, Ketua Keuskupan Bandar, dalam laporannya mengatakan: Dalam sepuluh tahun terakhir, banyak terjadi kecelakaan yang melibatkan kapal curah padat, terutama saat mengangkut nikel dari pelabuhan Indonesia. Kecelakaan saya. — Hak Heru untuk mengungkapkan bahwa saat ini belum ada regulasi yang berasal dari UU Pelayaran No. 17 tahun 2008 yang secara khusus mengatur tentang penanganan kargo curah padat yang akan dikapalkan, tata cara penanganan kargo curah sebelum pemuatan di kapal, dan kargo padat curah Kewajiban dan tanggung jawab pihak pengiriman. LAN Heru.

Acara berlangsung selama tiga hari dari 8 hingga 10 Juli 2020. Jumlah peserta dalam penyusunan proyek PM adalah 36, terdiri dari agen dari Administrasi Umum Perkapalan. — Kegiatan personel rujukan di Pelabuhan Hukum Kementerian Perhubungan dan Kementerian Hukum serta KSLN untuk merumuskan rancangan peraturan Menteri Perhubungan tentang tata cara penanganan muatan tembaga padat. Administrasi Umum Transportasi. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *