JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Sejak merebaknya virus Corona (Covid-19), chatting online dengan atlet berprestasi dan anak muda menjadi permainan Menpora Zainudin Amali. Vikri tinggal di Jatiwaringan, Jakarta Timur di akun Instagram Kemanpora, Minggu (10 Oktober 2020) sore lalu. Dalam chat online bertajuk “Casual Conversation with Menpora (BSBM)”, Menpora bertanya kepada Egy yang saat ini bermain untuk klub Lechia Gdańsk.

“Sore ini, saya akan tunjukkan tamu lho, c’adalah pemain sepak bola profesional dan salah satu pemain utama timnas Indonesia, Egi Maulana Vikri (Egy Maulana Vikri). Bagaimana suasana puasa di Polandia? ”Tanya Menpola Egy. Terkait hal ini, Egy langsung menjawab. Menurutnya, selama ini puasanya belum berbuka.

“Alhamdulillah sejauh ini puasa saya belum berbuka, meskipun kami melatih kalian dengan puasa. Latihan minggu depan akan normal kembali. Jika tidak salah ingat, tanggal 29 atau 30 akan dimulai lagi, Egy menjawab. “Saat puasa dan pertandingan kejuaraan ada kendala untuk latihan?” Saat itu, Menpra bertanya lagi. Intensitas latihan sangat tinggi. Tapi setelah beberapa hari jadi terbiasa ya, tidak apa-apa, “kata Egy. Soal Menpora tetap ada di pertandingan sepak bola Polandia.” Pertandingan sepak bola Polandia dan Indonesia pasti berbeda. Bagaimana perasaan Egy? Tanya Menpora. -Menurut Egy, perbedaan yang sangat mencolok adalah perbedaan fisik dan taktis. Karena dari segi taksi dan fisik, Polandia lebih siap dari pada Indonesia. Tapi bagi yang lain umumnya lebih baik. Begitu pula, Egy yang lulusan SKO Ragunan mendapat pertanyaan dari Menpora saat kuliah di SKO Ragunan. “Saat itu di SKO Ragunan, apa yang harus saya lakukan? “, tanyanya.” Akan saya ceritakan perjalanan pertama saya ke Jakarta di bawah kepemimpinan Pak Subagja dan pelatih Indra Syafri. Perwakilan budaya olahraga Raden Isnanta (Raden Isnanta). Ini adalah karir saya di sepakbola terbuka. Artinya, perjalanan Eropa Egy tak lepas dari SKO Ragunan. Bagi para pengguna internet perlu diketahui bahwa SKO Ragunan merupakan sekolah olahraga binaan Kemenpora. “Apakah ada impian untuk bermain di Liga Europa?”, Mambola mengulangi.

“Tentu saja, tapi saya ingin fokus pada tim saya saat ini di Lechia Gdanks. Beberapa tahun kemudian, saya menandatangani kontrak. Ini akan berakhir, saya ingin berpartisipasi di liga Portugis atau Spanyol, ”jawabnya lagi. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *