TRIBUNNEWS.COM – Indonesia telah mencatat sejarah baru di perairan global, sebagai negara pulau pertama di dunia yang membangun sistem isolasi lalu lintas (Selat Sunda dan Selat Lombok) Selat Sunda (TSS) di saluran kepulauan. Organisasi Maritim TSS Internasional (OMI) mengeluarkan TSS pada Juni 2019 dan mengeluarkan edaran OMI COLREG.2-CIRC.74 dan SN.1CIRC.337, yang melibatkan penerapan sistem isolasi lalu lintas di Selat Sunda dan Lombok. Dan rute terkait tindakan Selat. – TSS Selat Sunda dan Selat Lombok akan dilaksanakan pada 1 Juli 2020.

Baca: Strategi mengelola keuangan untuk Anda yang mendapatkan gaji UMR

Sukses adalah hasil dari kesulitan.Pemerintah Indonesia, terutama Kementerian Perhubungan (Kemenhub), karena Departemen Manajemen Kelautan IMO berusaha keras untuk berada di bidang maritim global. Dia telah bekerja di TSS dan Selat Lombok selama lebih dari dua tahun. Nsport Tra, melalui perusahaan cabangnya Sea Transport, telah melakukan banyak persiapan untuk pelepasan TSS di Selat Sunda dan Selat Lombok, mulai dari aspek navigasi dan aspek penegakan hukum. Dengan kata lain, Indonesia sedang bersiap untuk melaksanakan TSS di Selat dan Selat Lombok. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pengiriman R. Agus Purnomo di Jakarta, Kamis (18/6).

Di masa lalu, Indonesia, Malaysia dan Singapura memiliki TSS di Selat Malaka dan Singapura. Namun, TSS Selat Malaka dan Singapura milik tiga (tiga) negara, sedangkan TSS Selat Theta dan Lombok hanya Indonesia. Siapa yang berhak mengaturnya. Hal ini menjadikan Indonesia negara kepulauan pertama di dunia yang disahkan oleh IMO dan memiliki TSS di lingkungan ALKI (Selat Kepulauan Indonesia) I dan ALKI II. Perjanjian Konsesi – Dalam waktu dekat, Administrasi Umum Transportasi Maritim akan menyelenggarakan latihan patroli keselamatan jalan di Selat Sunta dan Selat Lombok TSS. Salah satu kegiatan yang akan dilakukan adalah latihan di atas meja. Latihan di atas meja ini dirancang untuk merancang komunikasi dan pergerakan kapal pemerintah dan latihan patroli penegakan hukum di bidang keselamatan jalan bersama-sama dengan kapal patroli KPLP. Persiapan apel / pelatihan basah akan berlangsung pada tanggal 27 Juni.

Menurutnya, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan bahan kepada Administrasi Umum Transportasi Maritim (terutama kapal patroli ABK dan pejabat VTS) untuk memahami mekanisme proses perencanaan Apple. Melakukan patroli dan penegakan hukum di Selat Sunta dan Selat Lombok, dan melakukan koordinasi yang sistematis dan komprehensif. Di dalam Administrasi Umum Angkutan Maritim dan antara lembaga dengan kekuasaan sesuai dengan hukum. ) Dengan mengerahkan kapal patroli KPLP dan personelnya untuk melakukan patroli dan penegakan hukum di area selam atau lalu lintas Selat dan Selat Lombok.

Selain penegakan hukum, Administrasi Umum Transportasi Maritim juga sedang mempersiapkan navigasi, seperti persiapan fasilitas Layanan Lalu Lintas Kapal (VTS), metode navigasi (SBNP), sumber daya pengembangan kapasitas (SDM) untuk personel VTS dan pengembangan navigasi. panduan. Biro Navigasi juga bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Indonesia untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi TSS di Selat Sunta dan Selat Lombok, serta menyebarkan informasi melalui siaran AIS dan SMS Blast. Komunikasi dan informasi. “Oleh karena itu, Indonesia siap melayani komunitas maritim global dalam penerapan Selat Da Trait dan Selat Lombok yang akan mulai berlaku pada 1 Juli 2020. Ini adalah peran aktif yang dimainkan oleh Kementerian Transportasi dalam mendukung keselamatan dan keamanan. Kontribusi nyata Direktur Jenderal Argus menyimpulkan.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *