JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Menteri Desa, Daerah Rentan, dan Imigrasi Abdul Halim Iskandar (Pertides) pada Selasa (6/2/2020) dalam Forum Perguruan Tinggi Perdesaan di Jakarta Memimpin halalbilhalal virtual. Gus memanggilnya menteri halalbilhalal, dan dia meminta universitas anggota Pertides untuk membantu desa melaksanakan rencana pembangunan lima sampai enam tahun. , Masalah dan kebutuhan desa.

“Jika kepala desa, perangkat desa dan masyarakat tidak memahami permasalahan yang dihadapi desa, maka kita tidak akan dapat menggali permasalahan tersebut. Oleh karena itu bagaimana cara merumuskan solusinya, ujarnya.” Menteri Gus mengatakan masih banyak warga desa yang belum menyadari. Desa tempat mereka tinggal sedang mengalami masalah. Dalam hal ini, perlu dilakukan penyadaran dan penyadaran kepada seluruh masyarakat atas permasalahan yang muncul di desanya. Ia juga mengatakan, saat ini Kementerian Desa, Daerah Tertinggal, dan Imigrasi (Kemendes PDTT) sedang mengerjakan Peraturan Menteri Pembangunan dan Keimigrasian (Permendes PDTT) tentang prioritas penggunaan dana desa pada 2021. Formula baru dalam memprioritaskan penggunaan dana desa diharapkan dapat memenuhi kebutuhan 74.953 desa di Indonesia. Namun di sisi lain, beberapa langkah perlu dilakukan agar penggunaan dana desa tidak bias. Menurutnya, Pertides akan berkontribusi dalam percepatan pembangunan daerah, terutama di daerah yang jauh dari perkotaan, dimana mahasiswa akan mendapat kesempatan untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan desa. – “Tentunya kesempatan ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Ia mengatakan bahwa mahasiswa tidak perlu menunggu sampai lulus untuk berinteraksi dan membantu mentransfer ilmunya ke masyarakat pedesaan. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *