TRIBUNNEWS.COM-Kamis (7 Juli 2020) 467 pelaut Indonesia akan tiba di Jerman sebagai awak kapal AIDA Cruise. -Pada 21 Juli 2020, dua pesawat carteran yang membawa ABK Indonesia diangkut dari Bandara Soekarno Hatta di Jakarta menuju Bandara Jerman Rostock Raki. -Setelah sampai di Jerman, Dubes RI untuk Jerman langsung memberi penghormatan kepada ABK Indonesia Arif Hafaz Oegroseno didampingi oleh Kepala AIDA Cruise Line.

Baca: Kapal Motor Laut Indonesia Dibakar di Laut Jawa, 26 Awak Kapal Selamat-lalu Awak kapal Indonesia segera berangkat ke kapal milik AIDA Cruise Germany untuk melakukan navigasi sendiri. isolasi. Pengiriman ABK ini dilakukan melalui perusahaan rekrutmen dan penempatan awak kapal atau Surat Izin Rekrutmen dan Penempatan Awak Kapal Komersial (SIUPPAK) yang dikenal di PT. Alpha Magsaysay .

Baca: Perbaikan bangkai kapal harus mengikuti ketentuan dan prosedur hukum yang berlaku

Menurut Direktur Biro Navigasi dan Maritim, Direktur Jenderal Kelautan Sudiono, awak kapal Indonesia yang dikirim ke Jerman akan dimiliki oleh AIDA Cruise Awak Kapal Pesiar di jaringan kapal yaitu AIDA Mar, AIDA Perla dan AIDA Blu.

Untuk menghindari penyebaran Covid-19, jumlah penumpang dan awak dibatasi 1/3. Total kapasitas kapal. Kapal AIDA Mar sendiri berkapasitas total 3.306 orang, dengan hanya 800 penumpang dan 440 awak (total 1.240 orang), sedangkan AIDA Perla berkapasitas 5.300 yang hanya mampu menampung 1.200 penumpang dan 860 awak (total 2.060 orang) ). — Baca: Kementerian Perhubungan Perkuat Pengawasan dan Penegakan Industri Perkapalan

“Semua awak kapal yang berangkat sudah lulus tes PCR dan dikarantina oleh hotel yang ditunjuk oleh pemilik kapal. Begitu pula setelah tiba di Jerman ,, Karantina dilakukan 72 jam sebelum boarding, ‚ÄĚkata Sudino.

Dia melanjutkan: “Sambil menunggu hasil tes PCR, semua awak kapal ditempatkan di hotel yang ditunjuk oleh kapten. Pemilik, dan pemeriksaan rutin. Di kapal, pemilik membayar harganya.” Dan ketentuan tersebut disertifikasi oleh SGS Fresenius, sebuah perusahaan independen yang berbasis di Jenewa.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *