TRIBUNNEWS.COM-Mendukung persiapan implementasi Traffic Separation System (TSS) yang akan berlaku efektif pada 1 Juli 2020, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemangku kepentingan maritim tentang keselamatan dan keamanan navigasi untuk melindungi perairan Indonesia, khususnya Selat Lingkungan laut sekitarnya.

Dalam hal ini, Kementerian Transportasi, melalui Administrasi Umum Transportasi Maritim dan Administrasi Umum Teknologi Pos dan Informasi, akan mensosialisasikan dan menyebarluaskan informasi kepada Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi sehingga ketika TSS diimplementasikan pada 1 Juli 2020, publik dan kepentingan akan relevan Orang tersebut telah menerima informasi yang valid tentang menentukan TSS.

Keputusan tersebut berdasarkan hasil rapat ke-101 Maritime Safety Committee (MSC) International Maritime Organization (MSC) .Pemerintah Indonesia telah menetapkan Traffic Separation Plan (TSS) di Selat Suntar dan akan dijadwalkan pada tanggal 1 Juli 2000. Selat Lombok (Selat Lombok) yang diimplementasikan secara resmi.

Publikasi IMO Colreg juga memperkuat ini. 2 lingkaran 74 dan SN.1-Circ. Dokumen 337 memperkenalkan implementasi TSS dan langkah-langkah rute terkait di Selat dan Selat Lombok. Selain itu, penetapan TSS juga menjadi tugas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2017 (Tentang Kebijakan Maritim Indonesia), khususnya dalam hal kebijakan keamanan laut dan perlindungan lingkungan laut di Selat Sunta dan Selat Lombok. “Kami bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mengirimkan pesan kepada pengguna seluler di Lampang, Serang, Bali, dan Nusa Tenggara Barat dalam bentuk SMS, karena telekomunikasi (broadcast text message) dianggap sebagai salah satu sarana yang paling luas. Sarana sosialisasi yang efektif terkait kebijakan yang disampaikan pemerintah. Indonesia, ”kata Menteri Navigasi Hengki Angkasawan di Jakarta, Selasa (30/6).

Dijelaskannya, SMS Blast menggunakan identitas pengirim “KEMENHUB” dan dikirimkan mulai tanggal 30 Juni hingga 2 Juli 2020. Pada poin ini, Hen gki menyampaikan bahwa implementasi SMS Broadcast dan Selat Sunda serta TSS Str Lombok terkait proyek tersebut telah selesai pada Januari 2020, dan tahap kedua diharapkan sudah selesai pada 30 Juni hingga 2 Juli 2020. -Selain itu, dia mengumumkan: “Kami juga akan menggunakan pesan sistem identifikasi otomatis (AIS) yang dikirim oleh Vessel Traffic Service Station (VTS) untuk menyebarkan informasi terkait keselamatan navigasi.” Disiarkan melalui SMS, yaitu: “TSS Selat Sun Ta dan Selat Lombok mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 2020. Prioritas diberikan kepada informasi keamanan dan pengawasan dari VTS Merak dan VTS Benoa. Informasi: https://bit.ly/34FOC2y ‘

Guna memastikan validitas pesan yang disampaikan dan menghindari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, Hengki menjelaskan bahwa ini adalah pesan singkat yang dikirimkan dengan KEMENHUB sebagai pengirimnya. – Harapkan SMS disiarkan ke masyarakat dan stakeholders Informasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik sehingga berbagai instansi pemerintah, stakeholders terkait dan masyarakat dapat mendukung pelaksanaannya, sehingga penyelenggaraan TSS Strait di selat lain dan Lombok dapat berjalan normal. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *